BOGOR – INDONESIA NEWS CHANEL – Anggota DPRD Kabupaten Bogor dari Daerah Pemilihan (Dapil) III kembali melaksanakan kegiatan reses masa sidang II Tahun 2025/2026. Kegiatan yang merupakan bagian dari tanggung jawab konstitusional para legislator ini bertujuan untuk menjaring aspirasi masyarakat sekaligus memastikan program pembangunan daerah berjalan sesuai dengan kebutuhan warga.
Reses tersebut digelar di Aula Kantor Kecamatan Cijeruk, Kabupaten Bogor, pada Senin (9/2/2026). Sejumlah anggota DPRD dari Dapil III turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Wawan Haikal Kurdi dari Partai Golongan Karya, Heri Aristandi dari Partai Gerakan Indonesia Raya, H. Ismail dari Partai Golkar, Nurunisa Setiawan dari Gerindra, Edwin Sumarga dari Partai Kebangkitan Bangsa, H. Ading Ahmad Nazir dari Partai Keadilan Sejahtera, Fahim Fahira dari Partai NasDem, serta H. Usuf dari Partai Persatuan Pembangunan. Sementara anggota DPRD dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, H. Slamer, diketahui melaksanakan agenda reses di lokasi lain.
Dalam kesempatan tersebut, anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Bogor, H. Ading Ahmad Nazir, menegaskan bahwa reses bukan sekadar agenda formal. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana penting bagi wakil rakyat untuk mendengar secara langsung berbagai persoalan, harapan, serta masukan dari masyarakat.
“Melalui dialog terbuka, aspirasi warga dapat disampaikan tanpa batasan sehingga kebijakan yang dihasilkan nantinya lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dari hasil reses di Kecamatan Cijeruk, berbagai aspirasi disampaikan oleh pemerintah desa, masyarakat, hingga tokoh agama. Aspirasi tersebut akan ditampung dan diperjuangkan sesuai bidang komisi yang membidangi sektor pendidikan dan kesehatan.
Beberapa usulan yang mencuat di antaranya pembangunan SMP Negeri 02 serta revitalisasi gedung Puskesmas Cijeruk. Menurut Ading, usulan revitalisasi puskesmas akan didorong menjadi prioritas karena kondisi fasilitas kesehatan tersebut membutuhkan tambahan ruang rawat inap.
Selama ini, warga Cijeruk yang memerlukan layanan rawat inap lebih sering berobat ke Kota Bogor karena jaraknya dinilai lebih dekat dibandingkan ke RSUD Ciawi. Dengan jumlah penduduk yang terus meningkat serta posisi wilayah Cijeruk yang berbatasan langsung dengan Kota Bogor, kebutuhan peningkatan layanan kesehatan dinilai semakin mendesak.
“Terkait usulan pembangunan SMP Negeri 02, pengajuan sebenarnya sudah dilakukan sejak tahun lalu. Namun keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan pada 2026 dan akan diusulkan kembali untuk tahun 2027,” jelas Ading.
Ia berharap kebutuhan mendasar masyarakat di bidang kesehatan dan pendidikan dapat terus diperjuangkan agar masuk dalam skala prioritas pembangunan daerah. Meski demikian, realisasi program tetap sangat bergantung pada ketersediaan anggaran Pemerintah Kabupaten Bogor yang terbatas.
“Usulan masyarakat memang banyak, sementara anggaran terbatas. Namun kebutuhan dasar seperti kesehatan dan pendidikan akan terus kami dorong agar dapat direalisasikan,” tutupnya.







