Sukabumi – INDONESIA NEWS CHANEL // Dalam semarak memperingati HUT ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia, Pondok Pesantren Daarul Falaah Assakandary, Desa Selajambe, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, menggelar acara “Panggung Gembira” pada Sabtu malam (17/8). Acara yang dimulai pukul 19.30 hingga 23.30 WIB ini bukan sekadar hiburan, tetapi sebuah momentum untuk menyalurkan potensi santri sekaligus menanamkan kecintaan kepada NKRI melalui pendidikan Islam yang berkarakter dan mendalam.

Rangkaian acara dibuka dengan apel tahunan dan pekan perkenalan Khutbatu-L-Arsy Ponpes Daarul Falaah Assakandary 1447/2025, yang mengusung semangat melahirkan generasi ulul albab: kuat dalam dzikir, cerdas dalam berpikir, serta teguh menjalankan nilai-nilai panca jiwa pesantren: keikhlasan, kesederhanaan, ukhuwah Islamiyah, kebebasan, dan kemandirian.

Moto pesantren, “Berbudi tinggi, berbadan sehat, berpengetahuan luas, dan berpikir bebas”, menjadi ruh yang terus dihidupkan dalam setiap langkah pembinaan. Santri dididik untuk berproses dengan sabar, berkorban tenaga, pikiran, serta waktu. Apa yang mereka lihat, dengar, kerjakan, dan rasakan di pesantren bukan sekadar aktivitas rutin, tetapi sekolah kehidupan yang menjadi pelajaran sepanjang hayat.

Acara puncak diwarnai penampilan santri yang membawakan pidato dalam tiga bahasa internasional: Arab, Jepang, dan Inggris, yang memukau para tamu undangan. Kehadiran bahasa asing ini menjadi simbol kesiapan santri untuk menembus batas global, dengan tetap berakar pada nilai-nilai Islam dan semangat kebangsaan.

Pendiri pesantren, H. Iskandar, bersama para pimpinan yaitu Ustadz Aulia Ilham Iskandar, M.Pd., Ustadz Asmad Ali Dulatif, Lc. MA., dan Ustadz Alfi Mudzakir Ar-Rasyid, S.Pd.I., Alhaafidz, menegaskan pentingnya pendidikan pesantren yang tidak hanya mencetak ahli agama, tetapi juga kader bangsa.

“Santri bukan hanya belajar mengaji, tetapi juga harus siap tampil, percaya diri, serta memiliki wawasan kebangsaan. Mereka adalah generasi penerus yang akan menjaga keutuhan NKRI sekaligus membawa cahaya Islam yang rahmatan lil alamin. Acara Panggung Gembira ini menjadi bukti bahwa pesantren mampu memadukan nilai religius dengan nilai kebangsaan,” tegasnya kepada Indonesia News Chanel.

Ponpes Daarul Falaah Assakandary yang kini memasuki tahun keempat, telah membina 70 santri dan santriwati. Dengan persiapan sekitar dua minggu, para santri berhasil menampilkan penampilan terbaik mereka. Lebih dari sekadar hiburan, acara ini menjadi media pembinaan mental, penguatan ukhuwah, dan penanaman karakter cinta tanah air.

Pesantren ini juga dikenal memiliki kurikulum unggulan, antara lain:

  1. Pembelajaran Bahasa Arab dan Inggris dengan standar ala Gontor, mempersiapkan santri sebagai komunikator global.

  2. Tahfidz dan Tahsin Al-Qur’an, menekankan kualitas bacaan sebelum hafalan agar santri memiliki hafalan yang terjaga mutunya.

  3. Kajian Kitab Turats bersanad, mengacu pada standar akademik Universitas Al-Azhar Mesir, untuk memperkuat kedalaman ilmu agama Islam.

Dengan perpaduan kedalaman ilmu agama, penguasaan bahasa asing, serta semangat kebangsaan, Ponpes Daarul Falaah Assakandary menegaskan perannya sebagai pesantren modern yang tetap berpegang pada tradisi salaf.

Acara Panggung Gembira bukan hanya menjadi ajang kreativitas santri, tetapi juga momentum spiritual untuk menumbuhkan kebanggaan sebagai bagian dari NKRI. Dari pesantren ini, lahir harapan bahwa santri tidak hanya siap berdakwah, tetapi juga siap menjadi penjaga persatuan bangsa dan mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. (Riad Alfahmi)