Morotai – Indonesia News Chanel.com Ketua DPRD Pulau Morotai, Muhammad Rizky, menuai kritik tajam dari publik usai mengunggah video live melalui akun Facebook resminya saat menghadiri Jakarta Fair di JIExpo Kemayoran, Jakarta Utara, pada Rabu malam (25/6/2025). Dalam video tersebut, Rizky bersama sejumlah anggota DPRD lainnya tampak berjoget dengan suasana layaknya hiburan malam.

Aksi itu turut melibatkan Wakil Ketua II DPRD Erwin Sutanto, serta anggota DPRD Sukri Hi. Rauf dan Akbar Mangoda. Unggahan tersebut sontak menuai kecaman karena dianggap mencoreng etika sebagai pejabat publik, terlebih dalam situasi daerah yang sedang mengalami kesulitan keuangan.

“Lengkap semua sudah hitam, pulang pagi, senang karena tidak pakai uang negara,” ujar Rizky dalam live Facebook-nya, sembari menegaskan bahwa perjalanannya ke Jakarta tidak menggunakan dana daerah.

Meski demikian, banyak pihak menilai tindakan tersebut tetap tidak mencerminkan moralitas wakil rakyat. Ketua DPRD Rizky saat dikonfirmasi membenarkan kehadirannya di lokasi, namun enggan memberikan penjelasan lebih jauh. “Jakarta Fair? Saya di Jakarta Fair,” singkatnya.

Sikap itu langsung mendapat tanggapan keras dari DPD IMM Maluku Utara. Kabid HIKM Politik IMM Malut, Ikfan Pina, menyebut tindakan Ketua DPRD dan rombongannya sebagai bentuk kemunduran moral dan hilangnya empati terhadap kondisi rakyat.

“Di tengah kondisi keuangan daerah yang sedang terjepit, para pemegang amanah justru tampil glamor di panggung hiburan Jakarta. Ini ironi yang menyakitkan,” ujar Ikfan.

Menurutnya, tingkah laku seperti itu menunjukkan bahwa para wakil rakyat telah mati rasa terhadap penderitaan masyarakat, termasuk beban utang daerah yang masih harus ditanggung.

“Mereka menampilkan perilaku hedonis di saat rakyat Morotai kesulitan. Ini menjijikkan dan tidak layak ditiru,” tegasnya.

Ikfan menilai, Ketua DPRD seharusnya memanfaatkan kunjungan kerja ke ibu kota untuk memperjuangkan program pembangunan daerah, bukan justru bersenang-senang dan menayangkannya secara publik.

“Kami mengecam keras sikap Ketua DPRD Morotai. Ini mencoreng citra lembaga legislatif. DPRD memiliki norma, kode etik, dan tanggung jawab moral. Perilaku seperti ini layak dievaluasi secara tegas,” tutupnya.
(rm)