Indonesia News Chanel.Com // Bogor — Dalam rangka membangun kapasitas dan daya saing generasi muda di tengah tantangan globalisasi dan digitalisasi, Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (DPD LASQI) Kabupaten Bogor mengirimkan puluhan anggotanya untuk mengikuti kegiatan Pelatihan Kepemimpinan dan Kemitraan Pemuda di Era Digital yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor.
Kegiatan ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai Senin hingga Rabu, tanggal 26–28 Mei 2025, bertempat di Hotel Grand Pesona, Jalan Cilotoh No.126, Lemah Duhur, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor. Pelatihan ini menjadi bagian dari program strategis Dispora dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya cakap dalam kepemimpinan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi informasi dan membangun jejaring kemitraan yang produktif.
Peserta pelatihan terdiri dari para pemuda-pemudi terbaik yang berasal dari berbagai kecamatan di Kabupaten Bogor. Di antaranya adalah anggota DPK Kecamatan Sukamakmur yang di ketuai Bunda Irene Ferro Cyanida, serta perwakilan dari Kecamatan Cibinong dan Citeureup. Mereka merupakan anggota aktif LASQI yang selama ini terlibat dalam pengembangan seni musik Islami, khususnya qasidah dan hadrah.
Selama pelatihan, para peserta dibekali dengan berbagai materi penting yang meliputi penguatan karakter kepemimpinan, strategi kolaborasi di era digital, literasi digital, komunikasi efektif, hingga etika bermedia sosial. Tujuan utamanya adalah untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya berprestasi secara seni, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan dan jiwa kepemimpinan yang kuat.
Ketua DPD LASQI Kabupaten Bogor, Ajeng Umaroh, turut hadir langsung dalam kegiatan ini. Ia tidak hanya memantau jalannya pelatihan, tetapi juga memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh peserta.
“Ini adalah langkah nyata dalam membangun karakter dan kapasitas generasi muda LASQI agar siap bersaing, tidak hanya di bidang seni dan budaya, tetapi juga dalam kepemimpinan dan pemanfaatan teknologi digital,” ujar Ajeng.
Ajeng juga menyampaikan apresiasi kepada Dispora Kabupaten Bogor atas sinergi yang telah terbangun. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi masyarakat seperti LASQI sangat penting dalam menciptakan ruang tumbuh bagi anak-anak muda, terlebih di tengah derasnya arus informasi dan perubahan sosial yang begitu cepat.
Hari pertama kegiatan difokuskan pada sesi pembukaan, pembekalan awal, serta pengurusan berkas administrasi peserta. Suasana penuh semangat dan antusias terlihat dari para peserta yang mengikuti setiap sesi dengan aktif dan interaktif. Dalam dua hari berikutnya, peserta akan menjalani serangkaian materi lanjutan yang lebih mendalam dan aplikatif, disampaikan oleh para fasilitator dan narasumber profesional di bidang kepemudaan dan teknologi digital.
Dengan terlaksananya pelatihan ini, DPD LASQI Kabupaten Bogor menunjukkan komitmen kuatnya untuk terus mendorong peran aktif pemuda dalam pembangunan daerah, tanpa meninggalkan akar budaya dan nilai-nilai keislaman. Tradisi seni qasidah yang selama ini menjadi ciri khas LASQI, dipadukan dengan pendekatan digital dan kepemimpinan modern, diharapkan mampu melahirkan generasi baru yang siap menghadapi masa depan.
“Kami berharap setelah kembali ke daerah masing-masing, para peserta dapat mengimplementasikan ilmu yang mereka dapat untuk memajukan komunitas seni dan ikut serta membangun masyarakat yang religius, kreatif, dan berdaya saing tinggi,” tutup Ajeng Umaroh.
Pelatihan ini sekaligus menjadi momentum penting untuk menegaskan bahwa generasi muda LASQI bukan hanya pelestari budaya, tetapi juga agen perubahan yang adaptif, inovatif, dan memiliki semangat kolaboratif demi kemajuan Kabupaten Bogor.







