MANDAILING NATAL, INDONESIA NEWS CHANNEL – Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, dilaporkan semakin meluas. Setelah menyelimuti Kota Panyabungan, kabut asap kini mencapai sejumlah wilayah Pantai Barat, meliputi Kecamatan Natal, Batahan, dan Muara Batang Gadis.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat. Jarak pandang di Panyabungan dilaporkan hanya berkisar 10–30 meter. Sementara itu, di kawasan pesisir Natal, aktivitas nelayan terganggu karena kabut asap menutupi area perairan. Warga juga menghadapi risiko gangguan pernapasan akibat memburuknya kualitas udara.
Disdikbud Berlakukan Pembelajaran Jarak Jauh
Merespons kondisi tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mandailing Natal menerbitkan Surat Edaran Nomor 420/3200/DISDIKBUD/2026 tertanggal 14 Oktober 2026.
Melalui surat edaran tersebut, seluruh satuan pendidikan TK/PAUD, SD, dan SMP, baik negeri maupun swasta di Kabupaten Mandailing Natal, diwajibkan melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah pada 15–17 Oktober 2026.
Kepala Disdikbud Madina, Dr. MHD Faisal Situmorang, menyampaikan bahwa proses pembelajaran dilakukan melalui WhatsApp Group dan Google Classroom.
“Pembelajaran via WhatsApp Group dan Google Classroom. Ini bukan libur, tapi demi keselamatan anak-anak,” ujarnya.
Kebijakan tersebut menjadi langkah antisipatif untuk melindungi peserta didik dari paparan kabut asap yang berpotensi membahayakan kesehatan.
IMM Desak Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat
Di tengah meluasnya kabut asap, Ketua PC Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Madina, Abdul Hadis, mendesak Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal segera mengambil langkah konkret, termasuk mempertimbangkan penetapan status Tanggap Darurat Bencana.
Menurutnya, pemerintah tidak boleh menunggu jatuhnya korban sebelum meningkatkan penanganan terhadap dampak karhutla.
“Jangan menunggu korban. Kalau sudah sampai Pantai Barat, ini sudah bencana kabupaten. Mana masker gratis? Mana posko kesehatan?” tegas Hadis.
Desakan tersebut menyoroti pentingnya langkah cepat pemerintah, mulai dari penyediaan masker, pembukaan posko kesehatan, pemantauan kualitas udara, hingga penanganan titik api dan perlindungan masyarakat terdampak.
Penyebab Kebakaran Masih Diselidiki
Hingga berita ini disusun, sumber api penyebab karhutla masih dalam penyelidikan. Dugaan sementara mengarah pada aktivitas pembukaan lahan di kawasan penyangga Taman Nasional Batang Gadis (TNBG), termasuk wilayah yang melintasi Kecamatan Ranto Baek.
Namun, dugaan tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut dari pihak berwenang. Penyelidikan menyeluruh diperlukan untuk memastikan penyebab kebakaran sekaligus menentukan pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum.
Meluasnya kabut asap hingga wilayah Pantai Barat menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan. Penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api, tetapi juga harus disertai perlindungan kesehatan masyarakat, transparansi informasi, serta upaya pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Indonesia News Channel akan terus memantau perkembangan penanganan karhutla dan dampaknya terhadap masyarakat Mandailing Natal.
Penulis: Iroel Siregar
Jabatan: Kepala Perwakilan Wilayah Sumatera Utara
Media: Indonesia News Channel







