JAKARTA, INDONESIA NEWS CHANNEL — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus memperkuat upaya kemanusiaan untuk membantu masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Bantuan yang dilakukan mencakup penanganan darurat, penyaluran kebutuhan pokok, perlindungan dari paparan asap, hingga penyediaan layanan kesehatan bagi warga di wilayah terdampak.
Dalam publikasi resminya pada 22 Oktober 2026, BAZNAS menjelaskan bahwa karhutla tidak hanya merusak lingkungan dan ekosistem, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat serta mengganggu aktivitas pendidikan, peribadatan, dan perekonomian warga.
BAZNAS Kerahkan Dukungan Kemanusiaan
Melalui program BAZNAS Tanggap Bencana (BTB), lembaga tersebut turut mendukung penanganan karhutla, termasuk di Kalimantan Barat dan Kalimantan Selatan. Pelaksanaannya dilakukan dengan memperhatikan koordinasi bersama pihak berwenang, petugas kebencanaan, relawan, dan masyarakat setempat.
BAZNAS juga melaporkan penyaluran masker di 27 lokasi, termasuk permukiman, sekolah, dan pondok pesantren. Bantuan makanan siap saji, makanan ringan, dan multivitamin turut disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan warga dan petugas di lapangan.
Selain itu, BAZNAS mendirikan 13 titik layanan dapur air untuk mendukung kebutuhan minum dan makanan ringan bagi petugas serta relawan. Bantuan air bersih juga disalurkan di sembilan titik di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan, termasuk wilayah Ogan Ilir dan Banyuasin.
Rumah Sehat Oksigen Hadir di Palangka Raya
Sebagai bagian dari upaya melindungi kesehatan masyarakat, BAZNAS menghadirkan Rumah Sehat Oksigen di Jalan Ahmad Yani No. 97, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Fasilitas yang diumumkan pada 20 Oktober 2026 tersebut ditujukan untuk membantu masyarakat memperoleh dukungan oksigen dan ruang yang lebih terlindung dari paparan asap. Berdasarkan informasi BAZNAS, layanan dijadwalkan beroperasi setiap hari pukul 08.00–16.00 WIB.
Ketua BAZNAS RI, Sodik Mudjahid, menyampaikan bahwa penanganan karhutla tidak cukup hanya dengan memadamkan api, tetapi juga perlu memperhatikan dampak asap terhadap kesehatan masyarakat.
Masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk serta mengikuti arahan petugas dan tenaga kesehatan.
Penanganan Karhutla Membutuhkan Kerja Sama
BAZNAS menekankan pentingnya dukungan kemanusiaan yang berkelanjutan. Sebab, dampak karhutla dapat terus dirasakan masyarakat meskipun kebakaran telah berhasil dipadamkan, mulai dari gangguan kesehatan hingga terhambatnya mata pencaharian.
Karena itu, sinergi pemerintah, petugas kebencanaan, lembaga sosial, relawan, dan masyarakat diperlukan untuk memperkuat penanganan darurat, mengurangi risiko bencana, serta mendukung pemulihan warga terdampak.
Masyarakat yang ingin berpartisipasi membantu korban karhutla dapat mengakses kanal resmi Sedekah Bencana BAZNAS melalui baznas.go.id/sedekahbencana.
Sumber: BAZNAS RI, publikasi 22 Oktober 2026.
Editor: Tim INDONESIA NEWS CHANNEL
Aktual, Faktual, Kritis, dan Berimbang.







