CISARUA | INDONESIA NEWS CHANEL — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) terus memperkuat keamanan informasi seiring meningkatnya pemanfaatan teknologi digital dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.

Penguatan tersebut dilakukan melalui peningkatan kapasitas aparatur serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi insiden keamanan siber di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor.

Diskominfo Kabupaten Bogor menggelar bimbingan teknis peningkatan sumber daya keamanan informasi di Cisarua, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Republik Indonesia.

Kepala Diskominfo Kabupaten Bogor, Bambang Widodo Tawekal, mengatakan transformasi digital memberikan banyak manfaat dalam meningkatkan efektivitas pelayanan dan pengelolaan pemerintahan. Namun, di sisi lain, meningkatnya pemanfaatan teknologi informasi juga diikuti dengan risiko terhadap keamanan data dan sistem informasi pemerintah.

“Ancaman siber tidak hanya menjadi persoalan teknis, tetapi juga menjadi bagian dari tata kelola pemerintahan. Kebocoran data, pencurian akun, phishing, malware, maupun berbagai bentuk serangan siber dapat mengganggu pelayanan publik dan menimbulkan kerugian bagi organisasi dan masyarakat,” ujar Bambang.

Menurutnya, keamanan informasi merupakan tanggung jawab bersama. Upaya tersebut tidak hanya menjadi tugas perangkat daerah, tetapi juga perlu diperkuat hingga tingkat kecamatan.

Karena itu, kesadaran dan kepedulian seluruh unsur pemerintahan diperlukan untuk menjaga keamanan data serta sistem informasi yang digunakan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam konteks tersebut, Bambang menegaskan peran Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) Kabupaten Bogor dalam mendukung kesiapsiagaan dan penanganan insiden keamanan siber di lingkungan Pemkab Bogor.

Namun, penanganan insiden keamanan informasi tidak dapat hanya mengandalkan TTIS. Kolaborasi antara TTIS, perangkat daerah, dan kecamatan dinilai penting agar setiap potensi insiden dapat direspons secara cepat dan tepat.

“Keberhasilan pengamanan informasi tentunya tidak dapat dilakukan oleh TTIS saja. Dibutuhkan kolaborasi dan kepedulian dari seluruh perangkat daerah dan kecamatan,” jelasnya.

Bambang menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan bimbingan teknis yang menjadi bagian dari upaya Pemkab Bogor meningkatkan pemahaman serta kesiapsiagaan aparatur dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan informasi.

Kehadiran narasumber dari BSSN, lanjut Bambang, menjadi kesempatan bagi para peserta untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman mengenai langkah-langkah menjaga keamanan informasi sekaligus menghadapi potensi insiden siber.

Tidak hanya pemaparan materi, kegiatan tersebut juga dilengkapi drill test atau latihan penanganan insiden. Latihan ini ditujukan untuk memberikan pengalaman praktis kepada peserta dalam merespons sekaligus melakukan koordinasi ketika terjadi insiden keamanan informasi.

“Melalui drill test ini, kita dapat melihat sejauh mana kesiapan masing-masing unsur, bagaimana alur komunikasi dan koordinasi dilakukan, serta apa saja yang masih perlu diperbaiki dalam menghadapi insiden keamanan informasi,” katanya.

Bambang juga mendorong peserta mengikuti kegiatan secara serius dan aktif, termasuk melalui diskusi serta berbagi kondisi dan tantangan keamanan informasi yang dihadapi di lingkungan kerja masing-masing.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama bimbingan teknis tidak berhenti pada peserta, tetapi dapat diterapkan dan disebarluaskan di lingkungan perangkat daerah maupun kecamatan.

Dengan langkah tersebut, kesadaran dan budaya keamanan informasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor diharapkan semakin kuat dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik berbasis digital.

“Lebih penting lagi, saya berharap ilmu yang diperoleh dalam kegiatan ini dapat diterapkan dan disebarluaskan di lingkungan perangkat daerah dan kecamatan masing-masing, sehingga kesadaran terhadap keamanan informasi dapat semakin meningkat,” tandasnya.

(TIM KOMUNIKASI PUBLIK / DISKOMINFO KABUPATEN BOGOR)