TENJOLAYA, INDONESIA NEWS CHANEL* – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kecamatan Tenjolaya, Kabupaten Bogor, berlangsung selama tiga hari, 20–22 Oktober 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Masjid Muslim Billionaire (MMB) bersama Pemerintah Kecamatan Tenjolaya ini menghadirkan beragam kegiatan olahraga, seni Islami, dan dakwah yang melibatkan pondok pesantren, madrasah, majelis taklim, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), serta berbagai elemen masyarakat.

Mengusung tema kegiatan “Dari Pesantren Menuju Peradaban” dengan semangat tema nasional “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, peringatan HSN tahun ini menjadi wadah bagi para santri untuk mengembangkan potensi, meningkatkan sportivitas, memperkuat silaturahmi, serta melestarikan seni dan budaya Islami.

Kegiatan berlangsung di Aldepos Islamic Boarding School, GOR Glory, dan Masjid Muslim Billionaire. Rangkaian acara diawali dengan perlombaan futsal dan bulu tangkis pada 20 Oktober, dilanjutkan lomba qasidah dan dai cilik pada 21 Oktober, kemudian mencapai puncaknya pada 22 Oktober melalui pawai santri, upacara Hari Santri Nasional, pertunjukan drama, dan pengumuman pemenang seluruh cabang perlombaan.

Ketua LASQI Kabupaten Bogor Dukung Pengembangan Seni Musik Islami

Ketua DPD Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Kabupaten Bogor, Hj. Ajeng Umaroh, S.Pd.I., turut mengambil bagian dalam kegiatan Hari Santri Nasional Kecamatan Tenjolaya 2026. Selain hadir sebagai juri, Ajeng memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan yang membuka ruang bagi santri dan pelaku seni Islami untuk menunjukkan kemampuan serta mengembangkan kreativitas.

Menurut Ajeng, momentum Hari Santri Nasional menjadi kesempatan bagi LASQI Kabupaten Bogor untuk membersamai dan memberikan dukungan terhadap kegiatan yang diselenggarakan oleh Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) LASQI di berbagai wilayah Kabupaten Bogor.

Ia juga mengajak seluruh pengurus LASQI dan para pelaku seni musik Islami untuk terus mempertahankan, merawat, serta mengembangkan seni musik Islami, khususnya seni qasidah yang tumbuh di tengah masyarakat Kabupaten Bogor.

Dukungan tersebut diharapkan dapat memperkuat keberadaan seni qasidah sebagai bagian dari syiar Islam sekaligus menjadi sarana pembinaan kreativitas, pengembangan bakat, dan regenerasi pelaku seni Islami di kalangan generasi muda.

Keterlibatan LASQI dalam peringatan HSN Tenjolaya juga menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara organisasi seni Islami, pondok pesantren, majelis taklim, dan pemerintah dalam menjaga keberlangsungan seni musik Islami di daerah.

Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan 22 tim futsal, 17 tim bulu tangkis putra, tujuh tim bulu tangkis putri, 20 peserta pemilihan dai cilik (Pildacil), serta sembilan grup qasidah.

Puncak peringatan ditandai dengan pawai santri dari Kantor Desa Cinangneng menuju Masjid Muslim Billionaire. Kegiatan dilanjutkan dengan upacara Hari Santri Nasional yang dipimpin Camat Tenjolaya, Dr. Apid Junaedi, S.STP., M.Si., selaku pembina upacara.

Acara puncak turut dimeriahkan penampilan drama dari Pondok Pesantren Darul Mizan dan Pondok Pesantren Insan Madani. Sejumlah unsur Forkopimcam, jajaran pemerintahan, pengasuh dan pembina MMB, serta pimpinan pondok pesantren se-Kecamatan Tenjolaya juga hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Dalam amanatnya, Camat Tenjolaya Dr. Apid Junaedi menekankan pentingnya peran santri dalam pembangunan bangsa.

“Santri bukan sekadar pewaris tradisi keilmuan Islam, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membangun masa depan Indonesia. Karena itu, pesantren diharapkan terus melahirkan generasi yang berilmu, mandiri, berkarakter, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,” tuturnya.

Ketua Panitia HSN Kecamatan Tenjolaya 2026, Silvia Dinayanti, menyampaikan bahwa penyelenggaraan tahun ini menjadi langkah awal untuk menghadirkan peringatan Hari Santri dengan cakupan kegiatan yang lebih luas dan melibatkan berbagai unsur masyarakat.

“Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan Hari Santri Nasional Kecamatan Tenjolaya 2026 dapat terlaksana dengan baik selama tiga hari, mulai 20 hingga 22 Oktober. Kegiatan ini menjadi langkah awal atau pilot project bagi kami untuk menghadirkan peringatan Hari Santri yang melibatkan lebih banyak unsur, mulai dari pondok pesantren, majelis taklim, madrasah ibtidaiyah, hingga taman kanak-kanak di Kecamatan Tenjolaya,” ungkap Silvia.

Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar perlombaan atau perayaan tahunan, melainkan juga menjadi ruang pembelajaran bagi para santri untuk mengasah kemampuan, membangun tanggung jawab, melatih kepemimpinan, serta belajar bekerja sama dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Ia berharap peringatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Tenjolaya dapat terus berkembang menjadi agenda bersama yang berkelanjutan, sekaligus mempererat ukhuwah Islamiyah dan membuka lebih banyak kesempatan bagi santri untuk menunjukkan potensinya.

Berdasarkan hasil perlombaan yang diumumkan pada puncak kegiatan, berikut daftar pemenang setiap cabang:

*1. Lomba Dai Cilik (Pildacil)*
– Juara 1: Alzam Khairul Mundzirlilkarim
– Juara 2: Azka
– Juara 3: Muhammad Rashsya Dzakiandra

*2. Bulu Tangkis Putri*
– Juara 1: Majma’ul Bahrain (A)
– Juara 2: Fahim Qur’an Plus (A)
– Juara 3: Paguyuban GGS

*3. Bulu Tangkis Putra*
– Juara 1: Paguyuban GGS
– Juara 2: Pondok Pesantren Majma’ul Bahrain (A)
– Juara 3: Pondok Pesantren Darul Mizan (A)

*4. Lomba Qasidah*
– Juara 1: Majelis Ta’lim Al-Ikhlas
– Juara 2: Majelis Ta’lim Nurul Falah
– Juara 3: Majelis Ta’lim Attaqwa

*5. Lomba Futsal*
– Juara 1: Pondok Pesantren Modern El Alamia
– Juara 2: Ma’had Darul Husna
– Juara 3: Pondok Pesantren Darul Mizan

*6. Pawai Santri*
– Juara 1: Pondok Pesantren Darul Mizan Bogor
– Juara 2: Pondok Pesantren Insan Madani
– Juara 3: Pondok Pesantren Al-Fatih

Pengumuman pemenang menjadi bentuk apresiasi terhadap partisipasi, kerja keras, dan prestasi para peserta selama rangkaian peringatan HSN berlangsung.

Salah seorang peserta, Muhammad Rafi Ramdani, santri Pondok Pesantren Modern El Alamia, menyampaikan bahwa keikutsertaannya dalam lomba futsal menjadi pengalaman berharga karena dapat bertemu dan berkompetisi dengan santri dari berbagai pesantren di Kecamatan Tenjolaya.

## Menanamkan Nilai Kebangsaan dan Kepedulian Sosial

Peringatan Hari Santri Nasional di Tenjolaya tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai sportivitas, kreativitas, kebersamaan, dan kepedulian sosial di kalangan generasi muda.

Kolaborasi antara Masjid Muslim Billionaire, Pemerintah Kecamatan Tenjolaya, LASQI Kabupaten Bogor, pondok pesantren, madrasah, majelis taklim, dan berbagai pihak pendukung diharapkan dapat memperkuat hubungan antarlembaga serta mendorong lahirnya generasi santri yang berilmu, berkarakter, mandiri, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

Melalui dukungan terhadap kegiatan seni Islami, LASQI Kabupaten Bogor juga diharapkan terus berperan dalam menjaga keberlangsungan seni qasidah dan musik Islami, sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan bakat dan berkontribusi positif bagi masyarakat.

Semangat “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” menjadi pengingat bahwa kontribusi santri bagi bangsa dapat diwujudkan melalui penguatan ilmu pengetahuan, penguasaan teknologi, kemandirian ekonomi, pengamalan nilai agama, pelestarian seni Islami, serta kepedulian terhadap masyarakat.

 

Tim Liputan: Indonesia News Chanel
Penulis: Bawongso | Indonesia News Chanel
Editor: Tim Redaksi Indonesia News Chanel