CIBINONG, INDONESIA NEWS CHANEL | Minggu, 6 September 2026 — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor bergerak cepat mengantisipasi dampak paparan debu vulkanik. Atas arahan Bupati Bogor, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Bogor melakukan light water spray atau penyemprotan air ringan di sejumlah ruas jalan, Minggu (6/9/2026).

Penyemprotan dilakukan secara serentak mulai pukul 11.00 WIB oleh personel DPKP Kabupaten Bogor. Kegiatan difokuskan pada ruas jalan dan kawasan yang menjadi pusat aktivitas serta memiliki mobilitas kendaraan dan masyarakat cukup tinggi.
Langkah tersebut dilakukan untuk membantu mengendapkan debu di permukaan jalan sehingga tidak mudah beterbangan dan mengurangi potensi paparan partikel debu kepada masyarakat.
Sedikitnya 11 wilayah menjadi sasaran penyemprotan, yakni Ciawi, Ciomas, Parung, Parung Panjang, Cibinong, Cileungsi, Cariu, Babakan Madang, Citeureup/Bogorindo, Leuwiliang, dan Gunung Putri.
Di Ciawi, penyemprotan dilakukan mulai kawasan Pasar Ciawi hingga RSUD. Sementara di Ciomas, petugas menyasar area sekitar kantor kecamatan hingga sektor. Wilayah Parung meliputi kawasan sekitar Pasar Parung, sedangkan Parung Panjang dilakukan di sekitar sektor.
Untuk wilayah Cibinong, penyemprotan difokuskan di Jalan Tegar Beriman dan kawasan Pakansari. Selanjutnya, Cileungsi menyasar kawasan sekitar Metland, Cariu di sekitar Kantor Kecamatan Cariu, serta Babakan Madang mulai dari Bellanova hingga kawasan kecamatan dan Pasar Babakan Madang.
Petugas juga melakukan penyemprotan di kawasan Citeureup/Bogorindo, mulai dari Tugu Pancakarsa hingga Lampu Merah Kandang Roda. Di Leuwiliang, penyemprotan dilakukan dari sekitar pasar hingga Kantor Kecamatan, sementara Gunung Putri menyasar ruas jalan utama di sekitar sektor.
Kegiatan tersebut mendapat respons positif dari masyarakat. Dedi, salah seorang warga yang sehari-hari beraktivitas di lapangan, mengaku terbantu dengan langkah yang dilakukan petugas.
“Abu vulkanik itu cukup berbahaya bagi kita semua, terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di lapangan seperti saya. Dengan adanya kegiatan penyemprotan jalan ini, kami sangat terbantu. Setidaknya bisa membuat kita lebih lega dan membantu meminimalisir dampak abu vulkanik terhadap kesehatan, terutama bagi paru-paru,” ujar Dedi.
Hal senada disampaikan Asep. Menurutnya, penyemprotan air dapat membantu mengurangi debu yang beterbangan akibat aktivitas kendaraan di jalan.
“Ya, bagus. Supaya abu vulkaniknya tidak terlalu berterbangan. Kalau disemprot air, debunya jadi tidak ngebul dan lebih mengurangi debu di jalan. Bagus,” kata Asep.
Melalui langkah preventif tersebut, DPKP Kabupaten Bogor berupaya menjaga kenyamanan dan keselamatan masyarakat di tengah kondisi udara yang berpotensi terdampak sebaran debu vulkanik.
Pemkab Bogor mengimbau masyarakat tetap tenang dan mengikuti informasi resmi pemerintah terkait kondisi kualitas udara. Warga yang beraktivitas di luar ruangan juga dianjurkan menggunakan masker, terutama ketika kondisi udara terlihat berdebu, sebagai upaya mengurangi paparan partikel di udara.







