BOGOR, INDONESIA NEWS CHANEL | 2 November 2026 — Investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang mencapai hampir Rp2.000 triliun dalam dua tahun pertama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menunjukkan besarnya peran pengusaha nasional dalam menopang perekonomian Indonesia.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Bakrie, menilai kontribusi investasi domestik yang mencapai lebih dari separuh total investasi nasional menjadi salah satu modal penting untuk memperkuat ketahanan ekonomi, terutama di tengah ketidakpastian global.
Hal tersebut disampaikan Anindya saat melaporkan perkembangan dunia usaha kepada Presiden Prabowo Subianto dalam acara taklimat bagi peserta Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) Batch 1 Tahun Anggaran 2026 dan peserta Rapimnas Kadin seluruh Indonesia di kediaman Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (31/10/2026).
Menurut Anindya, investasi dalam negeri tidak hanya melibatkan pengusaha besar, tetapi juga pelaku usaha kelas menengah yang memiliki peran strategis dalam memperluas kegiatan ekonomi dan memperkuat daya tahan nasional.
“Kalau dilihat PMDN itu juga melibatkan teman-teman di kelas menengah. Nah, ini kami lihat bisa membuat sekali lagi daya tahan kita justru semakin kuat,” ujar Anindya.
Kadin Bidik Industri Masa Depan
Selain memperkuat sektor usaha yang telah berkembang, Kadin menyatakan komitmennya untuk mendorong investasi pada industri masa depan. Sejumlah sektor yang dinilai memiliki peluang besar antara lain kendaraan listrik (electric vehicle/EV), energi terbarukan (renewable energy), dan pusat data (data center).
Pengembangan sektor-sektor tersebut diharapkan membuka peluang bagi industri nasional untuk meningkatkan penggunaan komponen lokal, memperluas rantai pasok dalam negeri, serta menciptakan kesempatan usaha baru.
Anindya menegaskan, penguatan industri masa depan sejalan dengan tema Rapimnas Kadin, yakni ekonomi kerakyatan dan Indonesia mendunia.
Menurutnya, dunia usaha memiliki tanggung jawab untuk memastikan pertumbuhan ekonomi tidak hanya dinikmati oleh kelompok usaha besar, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pengusaha daerah dan pelaku usaha menengah untuk berkembang dan naik kelas.
Sektor Swasta Dinilai Punya Peran Besar
Anindya juga menyoroti besarnya ruang kontribusi sektor swasta dalam perekonomian nasional. Ia menyebut, dari sekitar Rp25.000 triliun produk domestik bruto (PDB) yang disampaikannya, sekitar Rp4.000 triliun berasal dari APBN, sedangkan porsi lainnya menjadi ruang kontribusi dunia usaha dan sektor non-APBN.
Pernyataan tersebut menegaskan pentingnya peran sektor swasta dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas lapangan kerja, dan menciptakan pengusaha baru yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Kadin, lanjut Anindya, ingin mendorong pengusaha daerah dan anggota asosiasi usaha agar tumbuh bersama, meningkatkan kapasitas bisnis, serta memiliki peluang untuk menjadi pemain besar pada masa mendatang.
Indonesia Dinilai Tetap Tangguh di Tengah Gejolak Global
Di tengah berbagai tekanan ekonomi dunia, Anindya menilai fundamental ekonomi Indonesia masih menunjukkan ketahanan. Ia menyebut Indonesia tetap menjadi salah satu titik terang perekonomian global atau bright spot, sebagaimana pernah disampaikan Dana Moneter Internasional (IMF).
“Indonesia continues to be the bright spot,” kata Anindya, seraya menegaskan bahwa pengalaman menghadapi berbagai guncangan ekonomi dalam sekitar 25 tahun terakhir menunjukkan pentingnya memperkuat daya tahan perekonomian nasional.
Meski demikian, keberlanjutan optimisme tersebut membutuhkan dukungan kebijakan yang konsisten, iklim investasi yang kondusif, kepastian hukum, serta peningkatan daya saing industri dalam negeri.
Tantangan: Memastikan Investasi Berdampak bagi Masyarakat
Besarnya investasi domestik menjadi peluang untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional. Namun, peningkatan nilai investasi juga perlu diikuti pemerataan manfaat, penciptaan lapangan kerja, penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta peningkatan keterlibatan industri lokal.
Dengan demikian, pertumbuhan investasi tidak hanya tercermin dalam angka penanaman modal, tetapi juga menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.
Kadin menegaskan komitmennya untuk berkontribusi melalui penguatan investasi domestik, pengembangan industri masa depan, dan pemberdayaan pengusaha daerah demi mewujudkan ekonomi kerakyatan yang berdaya saing serta memperkuat posisi Indonesia di tingkat global.
Sumber: BPMI Sekretariat Presiden | Penulis: Tim Redaksi | Editor: Tim Redaksi Indonesia News Chanel
Media Informasi dari untuk Indonesia






