CIBINONG, INDONESIA NEWS CHANEL – Kabupaten Bogor menempati peringkat ketiga realisasi investasi tertinggi di Jawa Barat pada 2025, setelah Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Karawang. Capaian tersebut turut diikuti penyerapan 55.438 tenaga kerja, menempatkan Kabupaten Bogor di posisi kedua tertinggi di Jawa Barat setelah Kabupaten Bekasi.
Berdasarkan siaran pers Diskominfo Kabupaten Bogor, Senin (12/10/2026), capaian tersebut memperkuat posisi Kabupaten Bogor sebagai salah satu kawasan strategis penopang perekonomian Jawa Barat.
Dengan jumlah penduduk lebih dari 5,7 juta jiwa, Kabupaten Bogor memiliki potensi pasar yang besar serta ketersediaan tenaga kerja produktif untuk mendukung pengembangan berbagai sektor usaha.
Potensi Kawasan Industri dan Pariwisata
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor terus mendorong investasi melalui pengembangan kawasan strategis, peningkatan infrastruktur, serta penyederhanaan pelayanan perizinan.
Dalam perencanaan tata ruang, Kabupaten Bogor memiliki rencana peruntukan kawasan industri seluas 9.278 hektare yang tersebar di 16 kecamatan. Selain itu, kawasan pariwisata direncanakan seluas 8.105 hektare di 17 kecamatan.
Potensi lainnya meliputi kawasan peternakan seluas 664 hektare, perikanan budi daya 992 hektare, serta kawasan pertambangan dan energi seluas 1.337 hektare.
Pengembangan investasi disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah. Kawasan timur, seperti Klapanunggal, Cileungsi, Gunung Putri, hingga Jonggol, memiliki potensi pengembangan industri, manufaktur, dan logistik.
Sementara itu, wilayah barat, termasuk Tenjo dan Parung Panjang, diarahkan untuk mendukung pengembangan kawasan hunian mandiri dan pusat logistik yang terhubung dengan pusat-pusat ekonomi.
Di sektor pariwisata, Pemkab Bogor juga mendorong pemanfaatan potensi wisata alam dan Desa Konservasi Malasari dengan tetap memperhatikan kelestarian lingkungan.
Perizinan Digital untuk Permudah Investor
Untuk meningkatkan daya tarik investasi, Pemkab Bogor mengoptimalkan pelayanan perizinan berbasis digital melalui sistem OPTIMIS DPMPTSP, integrasi dengan Online Single Submission (OSS), serta pelayanan di Mal Pelayanan Publik.
Langkah tersebut ditujukan untuk menghadirkan proses perizinan yang lebih mudah, cepat, transparan, dan responsif sehingga pelaku usaha memperoleh kepastian dalam menjalankan kegiatan bisnisnya.
Peningkatan infrastruktur, terutama akses jalan dan konektivitas antarkawasan, juga menjadi bagian penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta distribusi barang dan jasa.
Selain industri dan pariwisata, Kabupaten Bogor memiliki peluang pengembangan sektor olahraga melalui rencana pembangunan pusat olahraga terpadu berskala internasional di Rancabungur pada lahan sekitar 750 hektare. Rencana ini diproyeksikan membuka peluang investasi baru apabila direalisasikan.
Investasi Diharapkan Membuka Lapangan Kerja
Pemkab Bogor menempatkan investasi sebagai salah satu instrumen untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Namun, keberhasilan investasi tidak hanya dilihat dari besarnya nilai penanaman modal, tetapi juga dari manfaatnya bagi masyarakat.
Penyerapan 55.438 tenaga kerja pada 2025 menjadi salah satu indikator kontribusi investasi terhadap penciptaan lapangan kerja di Kabupaten Bogor.
Ke depan, pengembangan investasi diharapkan dapat memperkuat usaha lokal, membuka kesempatan kerja yang lebih luas, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Melalui pengembangan potensi wilayah, dukungan infrastruktur, kemudahan perizinan, dan kemitraan dengan dunia usaha, Kabupaten Bogor terus berupaya mendorong investasi yang inklusif dan berkelanjutan.
Penulis: Bawongso
Editor: Tim Redaksi Indonesia News Chanel
Senin, 12 Oktober 2026







