Kota Tangerang — INDONESIA NEWS CHANEL // Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) kembali mengukuhkan eksistensinya sebagai wadah pelestari seni islami dengan menggelar perhelatan akbar Festival Seni Qasidah Nasional (FSQN) ke-XXX Tahun 2025 tingkat Provinsi Banten. Acara yang tergabung dalam rangkaian Festival Budaya Kota Tangerang – Bentang Culture Festival ini berlangsung pada 5–7 Desember 2025, menghadirkan semarak budaya, lantunan syair bernuansa dakwah, serta kreativitas generasi muda dari seluruh penjuru Nusantara.

Festival ini tidak hanya menjadi panggung kompetisi seni islami, tetapi juga menjadi ruang edukasi dan syiar yang membangkitkan kecintaan masyarakat terhadap seni qasidah, hadrah, marawis, dan musik religi. Perpaduan budaya daerah dengan nilai-nilai islami menjadikan suasana festival penuh warna, syahdu, dan sarat makna.

Peserta dari berbagai provinsi tampil menampilkan karya terbaik mereka. Lantunan shalawat, ritme marawis, hingga suara merdu nasyid menggema memenuhi area Bentang Culture Festival. Tidak hanya itu, festival ini juga menyuguhkan pameran budaya, kuliner khas Banten, hingga berbagai pertunjukan kreatif yang menjadi bukti kuatnya harmoni budaya dan agama dalam kehidupan masyarakat.

Ajang ini sekaligus menguatkan ukhuwah antardaerah, memperkokoh identitas budaya Islami, serta memberikan ruang apresiasi bagi para talenta muda yang ingin mengembangkan seni qasidah di era modern.

Kemeriahan FSQN ke-XXX 2025 semakin mengalir hangat dengan hadirnya dukungan dari sederet artis nasional, tokoh publik, serta pegiat seni yang turut memberikan testimoni dan doa terbaik untuk suksesnya acara bertaraf nasional ini.

Berikut kutipan lengkap beberapa tokoh:

Cerita Irfan Hakim Tidur di Samping Singa di Afrika

H. Irfan Hakim Firmansyah

“InsyaAllah FSQN bukan hanya festival seni, tapi juga festival dakwah. Semoga acara ini menjadi jalan syiar yang membawa keberkahan bagi seluruh peserta dan masyarakat. Teruskan perjuangan menjaga seni islami sebagai identitas bangsa.”

Ahai...Aktor David Chalik akan Maju Pilkada - Indonesiainside.id

David Chalik, ST., M.M., M.Ag.

“Saya sangat mengapresiasi LASQI dan seluruh panitia FSQN. Acara seperti ini penting untuk membina generasi muda agar tetap mencintai seni dan budaya bernapaskan Islam. Semoga sukses, lancar, dan memberi manfaat besar bagi umat.”

Sambut Ramadhan, Opick Tombo Ati Fokuskan Untuk Muhasabah - TribunNews.com

Opick (Aunur Rofiq Lil Firdaus)

“Seni qasidah adalah bahasa hati. Semoga melalui festival ini semakin banyak hati yang tersentuh, semakin banyak doa yang dipanjatkan, dan semakin banyak cahaya kebaikan yang dipancarkan.”

Penghasilan Menurun, Opie Kumis Ajak Ibunya Buka Usaha Kuliner Betawi

Opie Kumis (Muchtar Luthfi)

“Luar biasa! Saya bangga ada festival seni islami sebesar ini. Semoga terus ada ruang bagi seniman untuk berdakwah lewat seni. Sukses selalu FSQN ke-XXX.”

Lirik Lagu Cintai Aku Karna Allah - Novi Ayla

Novi Ayla

“Qasidah dan musik islami adalah kekuatan bangsa. Semoga acara ini menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkarya dan berdakwah lewat seni.”

Anak Terkontaminasi Gadget, Ali Zainal Ajak Keluarga Lebaran ke Bromo - Pantau.com

Ali Zainal Abidin Shahab

“LASQI telah membuktikan bahwa seni islami tetap hidup, relevan, dan dicintai masyarakat. Saya doakan FSQN 2025 ini menjadi perhelatan terbaik dan membawa keberkahan untuk kita semua.”

Dukungan dari para artis tersebut menjadi bukti tingginya perhatian publik terhadap seni qasidah sebagai media dakwah yang lembut dan menyentuh.

Syiar yang Menggema di Tingkat Nasional

FSQN ke-XXX 2025 di Provinsi Banten menjadi momentum penting mengangkat kembali marwah seni qasidah Indonesia. Bentang Culture Festival mempertegas bahwa seni bernuansa islami tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga media penguat karakter, moral, dan spiritual di tengah kehidupan modern.

Acara yang didukung pemerintah daerah, tokoh nasional, masyarakat, serta para seniman ini diharapkan mampu memperluas ruang gerak seni islami, memperkuat pembinaan generasi muda, serta menjaga warisan budaya bernilai dakwah.

Dengan semangat persatuan dan syiar Islam yang menggema dari Kota Tangerang, festival ini menjadi saksi betapa seni qasidah tetap bertahan sebagai identitas budaya religius bangsa Indonesia.