Tanjungsari, Indonesia News Chanel.com – Granada Land kembali menjadi pusat perhatian dengan suksesnya gelaran Ramadhan Fest 2025. Acara yang berlangsung pada 16 Maret 2025 ini berhasil menyatukan unsur seni, budaya, dan pariwisata dalam satu perayaan yang meriah. Dengan menampilkan pertunjukan hadroh dan qasidah, festival ini diikuti oleh 20 peserta dari berbagai kecamatan, termasuk Tanjungsari, Cariu, Cileungsi, dan Sukamakmur.

Kemeriahan semakin terasa dengan hadirnya Ajeng Umaroh, Ketua Lembaga Seni Qasidah Kabupaten Bogor, bersama para tokoh terkemuka seperti Bu Ade dan A Adri yang turut menjadi juri. Mereka menilai setiap penampilan dengan kriteria ketat, meliputi kualitas vokal, ketepatan irama, kekompakan tim, serta kreativitas dalam membawakan seni Islami.

Ketua Panitia Riky Kurniawan menegaskan bahwa Ramadhan Fest bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi juga bentuk nyata dalam melestarikan seni Islam. Selain itu, Granada Land juga ingin memperkenalkan diri sebagai destinasi wisata unggulan yang tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga ruang ekspresi bagi seni dan budaya Islam.

Ketua Pokja Pontren dan UMKM Kecamatan Tanjungsari, Ustadz Mujib, mengapresiasi upaya Granada Land dalam menggandeng komunitas lokal. Ia berharap acara seperti ini bisa menjadi agenda tahunan yang turut berdampak pada pertumbuhan ekonomi UMKM di sekitar kawasan wisata tersebut.

Dukungan penuh juga datang dari Sugiat Sarip, perwakilan Kecamatan Tanjungsari. Ia menyampaikan bahwa acara ini bukan hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga wadah silaturahmi sekaligus membangun semangat kebersamaan di tengah masyarakat.

Inilah Para Juara Ramadhan Fest 2025:

🏆 Kategori Hadroh: 1️⃣ Ponpes Daarul Muta’alimin (Kecamatan Tanjungsari) 2️⃣ Ashabul Muhibbin (Kecamatan Cileungsi) 3️⃣ ADS Putri (Kecamatan Sukamakmur)

🏆 Kategori Qasidah: 1️⃣ Majelis Taklim Pasko 2️⃣ Majelis Taklim Daarul Muta’alimin 3️⃣ MDTA Irsyadul Muta’alimin

Ketua Lembaga Seni Qasidah Kabupaten Bogor, Ajeng Umaroh, berpesan agar peserta terus meningkatkan kualitasnya. “Seni Islam bukan hanya tentang suara, tetapi juga bagaimana kita menyampaikan pesan yang terkandung dalam setiap lirik yang dibawakan,” ujarnya.

Dengan suksesnya acara ini, Granada Land semakin membuktikan potensinya sebagai destinasi wisata religi yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Harapannya, Ramadhan Fest bisa menjadi agenda tahunan yang lebih besar dan lebih meriah di tahun-tahun mendatang!