IndonesiaNewsChannel.com – Sukamakmur // Dalam rangka memperkuat peran seni qasidah sebagai medium dakwah dan pelestarian budaya Islam, Dewan Pimpinan Kecamatan (DPK) Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Sukamakmur menyelenggarakan kegiatan Halal Bihalal dan Rapat Kerja (Raker) pada Rabu (1/5/2025). Acara yang berlangsung di kediaman Ketua Bidang Diklat DPK LASQI Sukamakmur ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi dan langkah strategis dalam pengembangan seni musik Islam berbasis kearifan lokal.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua DPD LASQI Kabupaten Bogor, Ajeng Umaroh, yang dikenal memiliki semangat tinggi dan komitmen kuat dalam mengembangkan jaringan organisasi hingga ke pelosok desa. Turut hadir pula jajaran pengurus DPD, tokoh masyarakat seperti Ketua MWC NU, Babinsa Sukamakmur, serta perwakilan dari Muslimat NU PC Kabupaten Bogor. Suasana kebersamaan yang hangat mewarnai acara yang dimulai sejak pukul 14.00 WIB hingga sore hari.

Dalam sambutannya, Ajeng Umaroh menegaskan bahwa LASQI bukan sekadar wadah seni, melainkan garda terdepan dalam syiar Islam melalui jalur budaya. Ia menyampaikan bahwa Halal Bihalal harus dimaknai sebagai ruang refleksi spiritual, sekaligus titik tolak untuk memperkuat struktur organisasi. Salah satu upaya konkret yang didorong adalah pembentukan Dewan Pimpinan Desa (Depedes) di seluruh desa se-Kecamatan Sukamakmur.

“Kami ingin memastikan bahwa dakwah melalui seni qasidah tidak hanya hidup di kota atau tingkat kabupaten, tapi juga merasuk ke desa-desa. Pembentukan Depedes adalah strategi kami untuk menghidupkan seni Islami sebagai bagian dari kehidupan masyarakat sehari-hari,” tegas Ajeng Umaroh.

Ketua DPK LASQI Sukamakmur, Irene, menyambut arahan tersebut dengan komitmen penuh. Ia menyatakan kesiapan pihaknya untuk merealisasikan pembentukan 10 Depedes dalam waktu dekat. Menurutnya, penguatan basis organisasi di tingkat desa sangat penting agar qasidah dapat terus berkembang sebagai bagian dari identitas dan karakter lokal masyarakat Sukamakmur.

“Kami akan masuk ke sekolah-sekolah, membangun sinergi dengan tokoh agama, dan menyelenggarakan pelatihan rutin agar generasi muda tidak asing dengan seni qasidah. Ini bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari edukasi, dakwah, dan pelestarian budaya Islam,” ujarnya dengan semangat.

Selain membahas struktur organisasi, acara juga menjadi wadah evaluasi dan penyusunan program kerja. Dalam sesi pengarahan, Tini Kartini, Bendahara II DPD LASQI Kabupaten Bogor, menekankan pentingnya kemandirian ekonomi organisasi. Ia mendorong agar setiap DPK mampu menginisiasi unit usaha atau kolaborasi produktif untuk mendukung keberlanjutan program.

“Kemandirian finansial bukan hanya soal pendanaan, tapi juga bentuk tanggung jawab agar dakwah dan seni bisa terus berjalan tanpa tergantung pada pihak luar,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Bidang Festival DPD LASQI Kabupaten Bogor, Ade Surtini, menyoroti pentingnya regenerasi dan pembinaan bakat muda. Ia menyampaikan harapannya agar para pelajar dan santri bisa difasilitasi untuk tampil dalam ajang-ajang festival qasidah, baik di tingkat kabupaten, provinsi, hingga nasional.

Sebagai penutup, acara ditandai dengan sesi foto bersama dan pemberian ucapan selamat atas Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543. Ucapan itu menjadi bentuk nyata kecintaan LASQI terhadap daerah, budaya, dan jati diri masyarakat Bogor.

“Kami bangga menjadi bagian dari Bogor. Bogor Istimewa, Kuta Udaya Wangsa,” seru seluruh peserta dalam satu suara penuh semangat.

Dengan semangat kolaboratif, militansi dalam dakwah, serta kecintaan terhadap budaya lokal, LASQI Sukamakmur menegaskan posisinya sebagai pelopor dalam menjaga warisan Islam Nusantara. Di bawah kepemimpinan Ajeng Umaroh, LASQI Kabupaten Bogor terus membuktikan bahwa seni qasidah mampu menjadi kekuatan budaya yang mendidik, membangun karakter, dan menyatukan umat.