BOGOR – INDONESIA NEWS CHANEL I Kebangkitan seni dan budaya lokal kembali menemukan momentumnya di Kabupaten Bogor. Dewan Kesenian Kabupaten Bogor (DKKB) resmi dibentuk kembali melalui proses pemilihan kepengurusan baru yang digelar di Cafe Nongkrong Tepi Danau, Kelurahan Tengah, Kecamatan Cibinong, Jumat (24/4/2026).

Dalam hasil musyawarah tersebut, Ruslan dipercaya sebagai Ketua DKKB. Ia didampingi Rd. Rizki Permana, SE, MM sebagai sekretaris, serta Ajeng Umaroh, S. Pd.I sebagai bendahara. Kepengurusan baru ini diharapkan menjadi motor penggerak kebangkitan seni budaya yang lebih terarah, profesional, dan menyentuh masyarakat luas.

Ruslan menegaskan bahwa pembentukan kembali Dewan Kesenian merupakan langkah strategis dalam menjaga eksistensi sekaligus mengembangkan potensi budaya daerah.

“Pembentukan kembali ini menjadi langkah awal untuk menghidupkan kembali peran dewan kesenian sebagai wadah para seniman dan budayawan di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Ia menambahkan, fokus utama ke depan adalah penguatan organisasi, pembinaan pelaku seni, serta menghadirkan program-program yang berdampak nyata.

“Kami ingin Dewan Kesenian Kabupaten Bogor hadir tidak hanya sebagai lembaga formal, tetapi sebagai penggerak aktivitas seni budaya di tengah masyarakat,” tegas Ruslan.

Sekretaris DKKB, Rd. Rizki Permana, SE, MM menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang profesional sebagai fondasi utama keberhasilan program ke depan.

Menurutnya, Dewan Kesenian harus mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa meninggalkan akar budaya lokal.

“Kami akan mendorong sistem organisasi yang transparan, terstruktur, dan akuntabel. Ini penting agar kepercayaan publik terhadap Dewan Kesenian semakin kuat,” ujar Rizki.

Ia juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci keberhasilan.

“Sinergi antara pemerintah daerah, komunitas seni, dan sektor swasta harus dibangun secara berkelanjutan. Tanpa kolaborasi, program sebesar apa pun tidak akan berjalan maksimal,” tambahnya.

Bendahara DKKB, Ajeng Umaroh, S. Pd.I memaparkan bahwa Dewan Kesenian bukan sekadar wadah berhimpun, melainkan institusi strategis yang memiliki peran sebagai penjaga dan pengarah dinamika kebudayaan daerah.

Ia mengibaratkan Dewan Kesenian seperti sebuah pohon yang hidup dan berkembang. “Akar adalah nilai, tradisi, dan kearifan lokal yang menjadi fondasi utama. Batang adalah organisasi yang harus kuat dan profesional. Sedangkan daun adalah karya nyata yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” jelas Ajeng.

Menurutnya, tanpa akar yang kuat, seni akan kehilangan jati diri. Tanpa batang yang kokoh, organisasi tidak akan berjalan optimal. Dan tanpa daun, karya tidak akan hadir sebagai bukti nyata.

Ajeng juga menegaskan bahwa Dewan Kesenian harus mampu menerjemahkan nilai budaya menjadi program konkret, seperti pembinaan komunitas, penyelenggaraan festival, hingga penguatan kapasitas seniman.

“Dewan Kesenian harus menjadi ruang hidup bagi kreativitas, bukan sekadar simbol kelembagaan,” tegasnya.

Dalam konteks yang lebih luas, Dewan Kesenian Kabupaten Bogor memiliki sejumlah peran strategis, mulai dari kurator budaya, fasilitator bagi seniman muda, hingga mediator antara pemerintah dan masyarakat.

Selain itu, DKKB juga diharapkan menjadi motor penggerak ekonomi kreatif melalui penyelenggaraan event seni budaya yang berdampak pada sektor pariwisata dan UMKM.

Dengan potensi budaya yang dimiliki Kabupaten Bogor, mulai dari seni tradisional Sunda hingga seni kontemporer, Dewan Kesenian diharapkan mampu mengelola kekayaan tersebut menjadi kekuatan pembangunan daerah.

Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari tokoh budayawan Kabupaten Bogor, Ki Sumantri, S.Sos, yang hadir sekaligus menjabat sebagai Ketua Dewan Penasehat DKKB.

Ia menyambut baik terbentuknya kembali kepengurusan Dewan Kesenian Kabupaten Bogor sebagai langkah penting dalam menjaga keberlanjutan budaya lokal.

“Keberadaan Dewan Kesenian sangat penting sebagai penjaga nilai-nilai budaya yang menjadi identitas masyarakat. Ini bukan hanya soal seni, tetapi tentang jati diri daerah,” ujarnya.

Ki Sumantri juga menekankan pentingnya kesinambungan dalam pelestarian budaya serta pemberian ruang bagi generasi muda.

“Kita berharap ada kesinambungan, sekaligus ruang bagi generasi muda untuk berkarya dan berinovasi tanpa meninggalkan akar budaya,” tambahnya.

Ia turut menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor agar program berjalan optimal.

“Saya berharap Dewan Kesenian ini mampu memperkuat ekosistem seni budaya daerah dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengembangan kebudayaan,” ucapnya.

Kebangkitan Dewan Kesenian Kabupaten Bogor menjadi harapan baru bagi para pelaku seni dan budaya. Dengan struktur kepengurusan yang baru dan visi yang lebih terarah, DKKB diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mengembangkan budaya lokal.

Di tengah tantangan globalisasi, keberadaan Dewan Kesenian menjadi semakin penting untuk memastikan bahwa budaya lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dan mampu bersaing di tingkat nasional hingga global.

Dengan sinergi antara pengurus, seniman, pemerintah, dan masyarakat, Dewan Kesenian Kabupaten Bogor diyakini dapat tumbuh kokoh—seperti pohon yang berakar kuat, berbatang kokoh, dan berdaun lebat—sebagai simbol kekuatan budaya yang hidup dan berkelanjutan.