BOGOR – INDONESIA NEWS CHANEL | Langkah mengejutkan namun penuh makna ditunjukkan jajaran pengurus dan para pendiri NGO KBB. Di tengah maraknya konflik internal yang sering terjadi di berbagai organisasi masyarakat, NGO KBB justru memilih jalan berbeda: membubarkan diri secara terhormat demi menjaga persatuan, kondusivitas, dan semangat bersama membangun Kabupaten Bogor.
Keputusan tersebut disepakati dalam pertemuan internal yang berlangsung pada Jumat malam (15/5/2026) di kawasan Pakansari, Kabupaten Bogor, setelah melalui diskusi panjang, evaluasi menyeluruh, serta pertimbangan matang terkait arah perjuangan organisasi ke depan.
Ketua NGO KBB, Rizwan Riswanto bersama jajaran pengurus inti dan para pendiri menilai bahwa langkah pembubaran organisasi merupakan bentuk kedewasaan dalam berorganisasi, sekaligus upaya menghindari terjadinya persoalan yang dapat mengganggu semangat kebersamaan di tengah masyarakat.
“Ini bukan soal kalah atau menyerah. Ini soal kedewasaan dan tanggung jawab moral. Kami ingin semua tetap bersatu, tetap menjaga silaturahmi, dan tetap fokus membangun Kabupaten Bogor tanpa harus terjebak dalam ego organisasi,” ujar Rizwan.
Keputusan pembubaran NGO KBB turut disepakati Sekretaris Harun, Bendahara Andi Satir, serta para pendiri seperti Rizkan Sahfudin dan Surat Rachmanto yang sejak awal menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi tersebut.
Berbeda dari banyak organisasi yang bubar karena konflik atau perpecahan, NGO KBB menegaskan bahwa keputusan ini lahir dari kesadaran bersama untuk melakukan evaluasi total terhadap efektivitas organisasi di tengah perubahan kebutuhan masyarakat dan dinamika pembangunan daerah.
Sekretaris NGO KBB, Harun menyebut bahwa organisasi harus mampu bersikap realistis dan profesional ketika tujuan awal sudah tidak lagi berjalan maksimal.
“Organisasi harus berani mengevaluasi diri. Ketika arah perjuangan sudah perlu disesuaikan, maka langkah paling bijak adalah mengambil keputusan bersama secara bermartabat,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu pendiri NGO KBB, Rizkan Sahfudin memastikan seluruh administrasi, aset, dokumen, hingga tanggung jawab organisasi akan diselesaikan sesuai mekanisme hukum dan aturan yang berlaku.
Pihak pengurus juga memastikan bahwa seluruh aktivitas NGO KBB resmi dihentikan, termasuk penonaktifan seluruh grup WhatsApp organisasi dan jaringan komunikasi internal guna menghindari potensi penyalahgunaan nama organisasi di kemudian hari.
Tak hanya itu, surat resmi pemberitahuan pembubaran NGO KBB juga akan segera disampaikan kepada seluruh SKPD Pemerintah Kabupaten Bogor, mitra kerja, relasi kelembagaan, hingga berbagai pihak terkait lainnya sebagai bentuk keterbukaan dan tanggung jawab organisasi kepada publik.
Langkah ini dinilai sebagai bentuk sikap elegan dan berkelas dalam menjaga stabilitas serta kondusivitas sosial di Kabupaten Bogor.
Di akhir pertemuan, Surat Rachmanto mewakili anggota lainnya menyampaikan bahwa NGO KBB selama ini dibangun dengan semangat profesionalisme, kekeluargaan, dan kepedulian sosial yang kuat.
“NGO KBB dibangun dengan niat baik, profesional, dan penuh kebersamaan. Banyak pengalaman, perjuangan, dan kontribusi sosial yang sudah dilakukan bersama. Karena itu pembubaran ini bukan akhir, tetapi bagian dari proses pendewasaan organisasi demi tujuan yang lebih besar, yaitu membangun Bogor yang lebih baik,” ungkapnya.
Meski organisasi dibubarkan, para pengurus dan pendiri memastikan semangat pengabdian kepada masyarakat tidak akan berhenti. Mereka berkomitmen tetap hadir dalam berbagai bentuk kolaborasi sosial demi mendukung terwujudnya Kabupaten Bogor yang maju, religius, harmonis, berbudaya, dan menuju Bogor Istimewa.







