JOMBANG, INDONESIA NEWS CHANEL | Selasa, 1 September 2026 – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima Kartu Tanda Anggota Nahdlatul Ulama (Kartanu) pada acara Penutupan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (31/8/2026).

Kartanu tersebut diserahkan langsung oleh Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Miftachul Akhyar. Presiden Prabowo menyebut penerimaan kartu anggota NU tersebut sebagai sebuah kehormatan sekaligus bentuk pemenuhan janji yang sebelumnya telah disampaikannya kepada jajaran NU.

Presiden mengungkapkan, kehadirannya dalam penutupan Muktamar ke-35 NU juga dilatarbelakangi komitmennya untuk memenuhi janji setelah mendapat informasi bahwa Kartanu miliknya telah tersedia.

“Saya terkesan, saya memenuhi janji saya, karena saya dapat telepon beberapa hari yang lalu, berita dari Gus Yahya, kartu anggota sudah ada. Makanya saya datang, saya datang karena janji, janji harus dipegang,” ujar Presiden Prabowo, Senin (31/8/2026).

Presiden juga mengapresiasi status keanggotaannya sebagai anggota seumur hidup NU. Menurutnya, momentum tersebut dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Jadi hari ini saya katakan saya diterima sebagai anggota Nahdlatul Ulama, terima kasih. Berarti Nahdlatul Ulama bersama seluruh rakyat Indonesia secara gotong royong kita akan bekerja keras semuanya, di semua bidang,” kata Prabowo.

Kelola Kekayaan untuk Kepentingan Rakyat

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara menekankan pentingnya pengelolaan seluruh kekayaan dan potensi yang dimiliki Indonesia agar memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat.

Menurut Prabowo, kekayaan nasional harus dikelola secara optimal sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara luas oleh seluruh rakyat Indonesia.

“Kuncinya adalah kita mengelola semua kekayaan kita sehingga bisa dimanfaatkan oleh seluruh rakyat kita,” tegasnya.

Presiden juga menilai NU sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan terbesar di Indonesia memiliki peran strategis dalam membangun kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.

Ia menegaskan bahwa pembangunan nasional tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar standar kehidupan negara maju, tetapi yang lebih utama adalah memastikan seluruh rakyat Indonesia dapat memperoleh kehidupan yang layak.

Negara Harus Hadir di Tengah Rakyat

Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses ekonomi dan pembiayaan yang lebih berpihak kepada rakyat.

Menurutnya, masyarakat nantinya diharapkan dapat memperoleh akses terhadap pinjaman lunak melalui kekuatan ekonomi yang dibangun dari dalam negeri, sehingga tidak lagi bergantung kepada praktik pinjaman dengan bunga atau beban yang memberatkan.

“Kita akan yakinkan bahwa nanti negara hadir, negara akan hadir di tengah-tengah rakyat, sehingga rakyat kalau perlu dia bisa dapat pinjaman lunak dari kekuatan kita sendiri. Tidak usah lagi ke tengkulak-tengkulak atau kepada siapapun,” ujar Prabowo.

Presiden menyebut kebijakan tersebut merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat dan akan diwujudkan dalam waktu dekat.

“Ini strategi kita dan ini akan kita wujudkan dalam waktu dekat,” pungkasnya.