Jakarta Selatan – INDONESIA NEWS CHANNEL | Raja Dangdut H. Rhoma Irama menghadiri acara tahlilan tujuh hari wafatnya Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Fans of Rhoma and Soneta (DPP FORSA), H. Kuswanto, yang digelar pada Kamis malam, 15 Januari 2026, bertempat di Jalan Camat Gabun, Jagakarsa, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

H. Kuswanto wafat pada Kamis, 8 Januari 2026, sekitar pukul 23.58 WIB. Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar FORSA, organisasi penggemar Rhoma Irama dan Soneta Group yang selama ini aktif dalam kegiatan sosial, keagamaan, serta konsolidasi organisasi berskala nasional.
Semasa menjabat sebagai Ketua Umum DPP FORSA periode 2021–2026, almarhum dikenal sebagai sosok yang konsisten menggerakkan roda organisasi, memperkuat soliditas internal, serta membangun komunikasi antardaerah. Dedikasi dan loyalitasnya menjadikan H. Kuswanto figur yang dihormati dan disegani di lingkungan pengurus maupun anggota FORSA.

Acara tahlilan tujuh hari diawali selepas salat Isya, dengan rangkaian kegiatan khatmil Qur’an, pembacaan rawi, tahlil, dan tausiyah, lalu ditutup sekitar pukul 23.00 WIB. Suasana berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, dihadiri keluarga almarhum, jajaran pengurus DPP FORSA, perwakilan FORSA daerah, tokoh masyarakat, serta unsur Muspida Kecamatan Jagakarsa.
Dalam tausiyahnya, H. Rhoma Irama mengulas makna kematian melalui penggalan lirik lagu legendaris “Sebujur Bangkai”, yang sarat pesan moral tentang kefanaan hidup dan kepastian maut. Uraian tersebut membuat jamaah terkesima dan larut dalam perenungan mendalam. Tausiyah kemudian ditutup dengan lantunan lagu Sebujur Bangkai, yang kembali menegaskan bahwa kemuliaan manusia tidak terletak pada harta maupun kedudukan, melainkan pada amal perbuatannya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ustaz Sanusi, para tokoh masyarakat setempat, jajaran Muspida Kecamatan Jagakarsa, Sekretaris Jenderal DPP FORSA, para pengurus DPP FORSA, perwakilan ABI Production, serta pengurus dan anggota FORSA dari berbagai wilayah. Hadir pula Ajeng Umaroh, pengurus FORSA Jawa Barat, yang dikenal dekat dengan keluarga almarhum. Kehadirannya memberikan dukungan moril serta penguatan keikhlasan kepada istri dan keluarga besar almarhum.

Tahlilan tujuh hari ini menjadi momentum doa bersama sekaligus penguatan solidaritas keluarga besar FORSA. Selain mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, kegiatan ini juga menjadi simbol kebersamaan organisasi dalam menghadapi kehilangan sosok pemimpin yang telah berjasa.
Rangkaian acara dinyatakan selesai dan jamaah membubarkan diri dengan tertib setelah H. Rhoma Irama meninggalkan lokasi sekitar pukul 23.00 WIB, meninggalkan kesan mendalam atas suasana doa dan hikmah yang menyelimuti peringatan tujuh hari wafatnya Ketua Umum DPP FORSA, H. Kuswanto.







