Bogor – INDONESIA NEWS CHANNEL | Syiar Islam melalui seni musik Islami kembali menggema di Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor. DPK Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Kecamatan Citeureup menggelar Gema Shalawat dan Pentas Seni Islami Rutin Bulanan yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, pada 14 Desember 2025, bertempat di Majelis Ta’lim Nurul Musthofa, Kampung Bojong RT 04/04, Desa Tarikolot.

Kegiatan tersebut berlangsung semarak namun tetap khidmat. Berbagai penampilan seni Islami seperti hadroh, marawis, qasidah, serta vokal Islami ditampilkan oleh peserta dari beragam kalangan usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga ibu-ibu majelis taklim. Hal ini menjadi bukti bahwa seni musik Islami masih memiliki peran kuat sebagai media dakwah, pembinaan umat, sekaligus pelestarian budaya Islam.

Acara ini turut dihadiri unsur ulama, umaro, tokoh masyarakat, perangkat desa, pengurus LASQI di berbagai tingkatan, serta Karang Taruna Desa Tarikolot. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan sinergi nyata dalam mendukung syiar Islam berbasis kearifan lokal.

Sekretaris Desa Tarikolot, Muhammad Yusuf, yang hadir mewakili Kepala Desa, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, keberadaan LASQI telah memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, khususnya dalam menghidupkan kembali seni musik Islami yang sempat meredup.

“Kami dari Pemerintah Desa Tarikolot sangat mengapresiasi kegiatan LASQI ini. Kegiatan ini menjadi wadah yang baik bagi masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga ibu-ibu, untuk termotivasi dan ikut mensyiarkan Islam melalui seni,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Ketua LASQI Desa Tarikolot, Lukman, serta Ketua DPK LASQI Kecamatan Citeureup, Ustadz Ugi, yang dinilai konsisten melakukan pembinaan hingga kegiatan dapat terlaksana dengan baik.

“Budaya marawis, hadroh, dan qasidah merupakan kearifan lokal Islami yang harus terus dilestarikan dan digenerasikan. Pemerintah desa siap mendukung penuh kegiatan syiar Islam melalui seni musik Islami,” tegasnya.

Ketua LASQI Desa Tarikolot, Lukman, mengungkapkan rasa syukur atas tingginya antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai dukungan dari berbagai unsur menjadi kekuatan utama dalam mengembangkan seni musik Islami di tingkat desa.

“Kami bersyukur acara hari ini berjalan semarak dan penuh semangat. Terima kasih kepada Pemerintah Desa, para tokoh masyarakat, serta semua pihak yang hadir dan menyaksikan kiprah anak-anak, remaja, hingga ibu-ibu dalam mensyiarkan Islam melalui seni,” ujarnya.

Ia menambahkan, tantangan ke depan adalah meningkatkan kualitas pembinaan serta memperluas jangkauan seni musik Islami agar terus berkembang. Untuk itu, peran pembinaan dari DPK LASQI Kecamatan Citeureup dan DPD LASQI Kabupaten Bogor dinilai sangat penting.

Ketua DPK LASQI Kecamatan Citeureup, Ustadz H. Ugih Hidayat, S.Ag, menilai kegiatan Gema Shalawat dan Pentas Seni Islami di Desa Tarikolot sebagai cerminan kekompakan pengurus dan masyarakat dalam menjalankan syiar Islam.

“Alhamdulillah, kegiatan hari ini berjalan lancar dan luar biasa. Kekompakan pengurus, dukungan pemerintah desa, RW, RT, Karang Taruna, serta para ulama membuktikan bahwa pembinaan LASQI mampu menghasilkan karya nyata,” ungkapnya.

Ia berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan di setiap desa di Kecamatan Citeureup guna memotivasi masyarakat serta melahirkan bibit-bibit unggul dalam seni hadroh, marawis, qasidah, dan vokal Islami.

“Kami akan terus melakukan pembinaan dan kunjungan ke desa-desa agar syiar Islam melalui seni musik Islami semakin hidup dan berkelanjutan,” tambahnya.

Ketua DPD LASQI Kabupaten Bogor, Ajeng Umaroh, memberikan apresiasi atas program pembinaan yang dilakukan oleh DPK LASQI Kecamatan Citeureup dan LASQI Desa Tarikolot. Menurutnya, antusiasme masyarakat merupakan bukti bahwa seni musik Islami masih relevan dan dibutuhkan sebagai media dakwah.

“Ini bukti nyata bahwa pembinaan LASQI mampu melahirkan generasi penerus. Masyarakat hadir dengan antusias, dari anak-anak hingga ibu-ibu. Syiar Islam melalui seni musik Islami harus terus dijalankan secara fokus dan konsisten,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh pengurus LASQI untuk tetap berorientasi pada pembinaan umat dan tidak terjebak pada kepentingan kelompok tertentu.

“LASQI hadir untuk masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi. Semoga kegiatan seperti ini terus berjalan dan dapat diikuti oleh DPK LASQI di wilayah lainnya,” tegasnya.