CIBINONG – INDONESIA NEWS CHANEL | Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan arah pembangunan Kabupaten Bogor pada Tahun Anggaran 2027 akan difokuskan pada pengembangan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru sebagai strategi untuk menekan ketimpangan wilayah, kemiskinan, dan pengangguran.

Hal tersebut disampaikan Rudy Susmanto dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor dengan agenda Persetujuan Bersama Raperda tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025 serta penyampaian Rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2027, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Bogor, Jumat (17/7).

Rudy menjelaskan, penyusunan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 merupakan tahapan strategis karena memasuki tahun ketiga pelaksanaan program prioritas Bupati dan Wakil Bupati Bogor yang mengacu pada RPJMD Kabupaten Bogor Tahun 2025–2029 untuk mewujudkan visi “Kabupaten Bogor Istimewa dan Gemilang.”

“Tema pembangunan Pemerintah Kabupaten Bogor Tahun 2027 difokuskan pada pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru dalam rangka penurunan ketimpangan wilayah, kemiskinan, dan pengangguran,” ujar Rudy.

Untuk mendukung target tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor menetapkan empat prioritas pembangunan, yakni penguatan pelayanan publik dan tata kelola pemerintahan, pengembangan ekonomi lokal yang terintegrasi, percepatan pembangunan sarana dan prasarana, serta penguatan layanan publik yang inklusif dan berkeadilan.

Di sektor pendapatan daerah, Pemkab Bogor akan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui penguatan sinergi, optimalisasi basis data potensi daerah, intensifikasi dan ekstensifikasi pendapatan, serta percepatan implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD). Sementara itu, belanja daerah akan diprioritaskan untuk mendukung target RPJMD, memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM), memperkuat pelayanan publik, serta mempercepat penurunan angka kemiskinan dan stunting.

Rudy juga mengungkapkan sejumlah proyek strategis yang akan menjadi prioritas belanja modal pada Tahun Anggaran 2027. Di antaranya pembangunan Flyover Bojonggede–Kemang, pelebaran Jalan Laladon, pembangunan Underpass Simpang PDAM Cibinong, pembangunan TPST Zonasi Jasinga, dukungan terhadap Proyek Strategis Nasional Pengelolaan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL), pembangunan Hotel Embarkasi Haji, serta pembangunan gerai pelayanan publik sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Bogor Barat dan Bogor Timur.

Selain pembangunan infrastruktur, Pemkab Bogor tetap memperkuat dukungan terhadap pembangunan desa melalui Bantuan Keuangan Khusus, Alokasi Dana Desa (ADD), penyaluran Dana Desa, kompensasi bagi masyarakat di sekitar TPA Galuga dan TPA Nambo, serta dukungan pelaksanaan Pilkades Serentak di 229 desa pada 39 kecamatan. Pemerintah daerah juga menyiapkan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk mengantisipasi kondisi darurat, bencana, dan pengendalian inflasi.

Meski demikian, Rudy mengakui penyusunan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2027 masih dihadapkan pada kondisi defisit anggaran karena kebutuhan pembangunan dan pelayanan masyarakat lebih besar dibandingkan proyeksi pendapatan daerah.

“Kami berharap pembahasan Rancangan KUA dan PPAS bersama DPRD dapat menghasilkan kebijakan fiskal yang sehat, realistis, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Bogor,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Rudy Susmanto juga menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPRD Kabupaten Bogor, khususnya Badan Anggaran, atas sinergi dan kerja sama selama pembahasan Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2025.

Menurutnya, berbagai masukan, kritik, dan saran konstruktif dari DPRD telah menyempurnakan substansi Raperda hingga mencapai persetujuan bersama. Selanjutnya, Raperda tersebut beserta Rancangan Peraturan Bupati tentang Penjabaran Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025 akan disampaikan kepada Gubernur Jawa Barat untuk dilakukan evaluasi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.