Sukabumi_INDONESIA NEWS CHANEL // Upaya peningkatan mutu pendidikan dasar kembali mengemuka di Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi. Dua sekolah dasar yang letaknya berdampingan, SDN 01 dan SDN 02 Kebonpedes, diusulkan untuk digabung atau merger menjadi satu sekolah. 3 September 2025

Rapat kerja bersama yang digelar di Desa Jambenenggang tersebut dihadiri oleh wali murid dari kelas 1 hingga kelas 6, perangkat desa, komite sekolah, tokoh masyarakat, Babinsa, hingga pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.

Dalam pemaparannya, Khamelia Hudayanti, S.Pd, Kepala SDN 02 sekaligus Pj Kepala SDN 01 Kebonpedes, menyoroti keterbatasan sarana dan prasarana di kedua sekolah.

“Jumlah siswa SDN 01 sekitar 260, sedangkan SDN 02 lebih dari 210 siswa. Lapangan sekolah sangat sempit, sehingga tidak bisa dipakai dengan leluasa untuk upacara maupun kegiatan bermain anak saat istirahat. MCK juga terbatas, hanya satu unit. Bahkan, di SDN 02 ruang kelas hanya ada empat, itupun hasil alih fungsi WC menjadi ruang kelas,” jelasnya.

Tokoh masyarakat sekaligus Ketua Tim Percepatan dan Pengendalian Pembangunan Kabupaten Sukabumi, Ojang Apandi, SH, menegaskan bahwa merger sekolah harus segera dilakukan.

“Kurikulum sudah merdeka, tapi sarana dan prasarana belum mendukung. Anak-anak tidak punya ruang olahraga, bahkan kegiatan sederhana seperti sepak bola atau voli sulit dilakukan. Jika digabung, pengelolaan lebih efisien dan anak-anak bisa berkembang lebih leluasa,” ujarnya.

 

Dukungan serupa datang dari pengawas Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi, Eutik Juhaenah, S.Pd., M.Pd. Ia menilai kondisi dua sekolah yang berdempetan dengan lahan sempit memang menuntut adanya penyatuan.

“Dengan merger, kegiatan belajar mengajar akan lebih terarah, satu visi dan satu misi. Ini langkah realistis,” katanya.

Rapat tersebut juga dihadiri Ketua K3S Jujum, S.Pd., M.Pd., Komite Sekolah E. Sumaryana, Babinsa, serta perangkat desa. Seluruh peserta rapat kompak mendukung agar usulan merger segera diproses oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Sukabumi.

Masyarakat sekitar pun menyambut baik rencana ini. Mereka menilai merger bukan hanya solusi efisiensi, melainkan jalan untuk memastikan anak-anak Kebonpedes mendapatkan pendidikan yang layak.

“Mari dukung pendidikan anak bangsa. Merger ini bukan sekadar efisiensi, tapi investasi masa depan,” tegas salah seorang tokoh masyarakat yang hadir.