CIBINONG – INDONESIA NEWS CHANEL | Pemerintah Kabupaten Bogor kembali mendapat kepercayaan sebagai lokasi pelaksanaan Studi Lapangan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Pegawai Negeri Sipil (PNS) Markas Besar TNI Tahun Anggaran 2026. Sebanyak 80 peserta dari berbagai satuan di lingkungan Kementerian Pertahanan dan TNI akan mempelajari berbagai inovasi pelayanan publik yang telah dikembangkan Pemkab Bogor.

Kegiatan tersebut disambut langsung oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, yang mewakili Bupati Bogor di Ruang Serbaguna I Sekretariat Daerah Kabupaten Bogor, Kamis (2/7/2026).

Dalam sambutannya, Ajat Rochmat Jatnika menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Mabes TNI yang menjadikan Kabupaten Bogor sebagai lokus pembelajaran lapangan bagi para peserta PKP.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Bogor, kami mengucapkan selamat datang di Bumi Tegar Beriman kepada Paban VI/Bin ASN TNI beserta jajaran, serta seluruh peserta Pelatihan Kepemimpinan Pengawas PNS Mabes TNI Tahun Anggaran 2026. Kami merasa terhormat karena Kabupaten Bogor dipercaya menjadi lokus pelaksanaan studi lapangan,” ujar Ajat.

Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan bentuk pengakuan terhadap berbagai inovasi pelayanan publik yang terus dikembangkan Pemerintah Kabupaten Bogor dalam meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

Ajat menjelaskan, studi lapangan akan dilaksanakan di empat perangkat daerah, yakni Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Dinas Kesehatan (Dinkes), serta Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil).

Ia menuturkan, sebagai daerah dengan luas wilayah mencapai 2.991,78 kilometer persegi, terdiri dari 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan, serta jumlah penduduk yang telah melampaui enam juta jiwa, Kabupaten Bogor terus menghadapi tantangan besar dalam penyelenggaraan pelayanan publik.

Karena itu, Pemkab Bogor terus melakukan transformasi birokrasi melalui berbagai inovasi pelayanan yang lebih cepat, efektif, efisien, transparan, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Melalui studi lapangan ini, para peserta dapat melakukan observasi secara langsung terhadap berbagai inovasi pelayanan publik yang telah kami kembangkan, mulai dari pelayanan perizinan terintegrasi, penguatan tata kelola pemerintahan desa, inovasi pelayanan kesehatan, hingga transformasi pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital,” jelasnya.

Ajat berharap kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana pembelajaran bagi peserta PKP Mabes TNI, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dengan institusi TNI dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Kami yakin para peserta memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi berbagai tantangan, merumuskan solusi inovatif, serta membangun jejaring kerja sama yang semakin kuat. Kesempatan ini hendaknya dimanfaatkan untuk berdiskusi dan saling bertukar pengalaman sehingga manfaatnya dapat dirasakan bersama,” ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Rombongan PKP Mabes TNI, Kolonel Arh Yulian Iskandar selaku Paban VI/Bin ASN TNI, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan Pemerintah Kabupaten Bogor terhadap pelaksanaan studi lapangan tersebut.

Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah daerah dan TNI menjadi salah satu fondasi penting dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang profesional serta mendukung pembangunan nasional secara berkelanjutan.

“Atas nama Panglima TNI dan seluruh jajaran Mabes TNI, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor yang telah menerima dan memfasilitasi pelaksanaan studi lapangan ini. Kami berharap para peserta dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar, berdiskusi, dan mengadopsi berbagai praktik baik yang nantinya dapat diterapkan di lingkungan kerja masing-masing,” kata Kolonel Yulian.

Ia menjelaskan, peserta PKP PNS Mabes TNI Tahun Anggaran 2026 berjumlah 80 orang yang berasal dari berbagai instansi di lingkungan Kementerian Pertahanan, Mabes TNI, TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, dan TNI Angkatan Udara.

Kolonel Yulian juga mengingatkan seluruh peserta agar menjaga disiplin, profesionalisme, etika, serta nama baik institusi selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Kabupaten Bogor.

Dalam pelaksanaan studi lapangan tersebut, para peserta akan mempelajari berbagai inovasi unggulan Pemerintah Kabupaten Bogor, di antaranya OPTIMIS dan PINTER di DPMPTSP, SAMISADE dan SEMA Super App di DPMD, SIABANG TOP dan SI OKE di Dinas Kesehatan, serta NENG TITU SEHAT dan SILOKA di Disdukcapil.

Melalui kegiatan ini diharapkan terbangun pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta inovasi antarlembaga yang mampu memperkuat kompetensi kepemimpinan aparatur negara, sekaligus mendorong lahirnya tata kelola pemerintahan yang semakin adaptif, kolaboratif, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.

(Redaksi Indonesia News Chanel)