PANYABUNGAN — INDONESIA NEWS CHANEL | Kamis, 10 September 2026 — Sejumlah siswa MTs di Kelurahan Mompang Jae, Kecamatan Panyabungan Utara, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), diduga mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Rabu, 9 September 2026.
Informasi mengenai dugaan kejadian tersebut beredar melalui media sosial. Salah satu video yang diunggah akun TikTok @iqballubis476 memperlihatkan suasana yang disebut terjadi saat sejumlah anak membutuhkan penanganan medis.
Dalam video tersebut terdengar suara warga yang menyebut adanya anak yang diduga mengalami keracunan. Namun, jumlah korban dan penyebab pasti gangguan kesehatan tersebut masih perlu dikonfirmasi melalui keterangan resmi dari pihak terkait serta hasil pemeriksaan medis dan laboratorium.
KEAMANAN PANGAN MBG JADI SOROTAN
Dugaan kejadian ini kembali menempatkan aspek keamanan pangan dalam pelaksanaan program MBG sebagai perhatian publik.
Penyediaan makanan untuk peserta didik seharusnya memenuhi standar keamanan pangan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, kebersihan dapur, penyimpanan, pengemasan hingga distribusi makanan ke sekolah.
Karena itu, apabila benar terdapat sejumlah siswa yang mengalami gangguan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG, investigasi menyeluruh diperlukan untuk mengetahui penyebabnya.
Pertanyaan publik pun mengarah pada bagaimana penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan pangan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab terhadap penyediaan makanan tersebut.
Apakah terdapat masalah pada bahan baku? Bagaimana proses pengolahan dan penyimpanannya? Apakah makanan telah melalui pemeriksaan kelayakan sebelum didistribusikan?
Semua pertanyaan tersebut perlu dijawab berdasarkan hasil pemeriksaan, bukan sekadar dugaan.
DINKES DAN BPOM PERLU TURUN TANGAN
Dugaan kejadian tersebut juga mendorong perlunya langkah cepat dari instansi berwenang untuk memastikan kondisi para siswa sekaligus mengidentifikasi penyebabnya.
Pemeriksaan dapat dilakukan terhadap sampel makanan, bahan baku, proses produksi serta kondisi fasilitas pengolahan. Jika ditemukan pelanggaran standar keamanan pangan atau kelalaian, tentu harus ada tindak lanjut sesuai ketentuan yang berlaku.
Transparansi menjadi penting karena program MBG menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak sebagai penerima manfaat.
PUBLIK MINTA KLARIFIKASI
Masyarakat Mandailing Natal juga menantikan penjelasan resmi dari pihak pengelola SPPG maupun instansi resmi







