JAKARTA, Indonesia News Chanel – Publik dikejutkan oleh ulah anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Wahyudin Moridu, yang videonya viral usai menyebut akan “merampok uang negara”. Ucapan yang dianggap merendahkan martabat wakil rakyat itu langsung berbuntut fatal: DPP PDI-P resmi memecat Wahyudin dari keanggotaan partai.

Ketua DPP PDI-P Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun, menegaskan bahwa pemecatan dilakukan setelah DPD Gorontalo melakukan klarifikasi dan melaporkan kasus tersebut ke pusat. “Komite etik dan disiplin merekomendasikan, dan DPP langsung mengeluarkan surat pemecatan. Dalam waktu dekat segera dilakukan PAW,” ujarnya, Sabtu (20/9/2025).
Komarudin menekankan, PDI-P tidak akan mentolerir kader yang mencoreng citra partai dan melukai hati rakyat. Ia mengingatkan seluruh kader dari Sabang sampai Merauke agar menjaga disiplin, etika, dan kehormatan partai.“Kalau ada kader yang bertindak seenaknya seperti Wahyudin, konsekuensinya jelas: pemecatan,” tegasnya.
https://www.facebook.com/share/r/17UqTpWKEi/
Dalam video yang beredar luas di media sosial, Wahyudin terlihat bersama seorang wanita di Bandara Djalaluddin Tantu, Gorontalo. Ia dengan enteng mengatakan:“Kita hari ini menuju Makassar menggunakan uang negara. Kita rampok aja uang negara ini. Kita habiskan aja, biar negara semakin miskin.”
Pernyataan itu sontak memicu kemarahan publik. Bagaimana tidak? Seorang anggota DPRD, yang digaji dari uang rakyat, terang-terangan menyebut “merampok uang negara” sebagai candaan.
Setelah gelombang kecaman, Wahyudin buru-buru meminta maaf lewat akun Instagram pribadinya. Namun, publik menilai ucapan itu telah membuka wajah asli sebagian wakil rakyat yang lupa pada amanah konstitusi.
Kasus Wahyudin Moridu bukan sekadar soal “candaan kebablasan”. Ini adalah alarm keras bahwa masih ada wakil rakyat yang tak memahami arti kepercayaan publik. Sikap tegas DPP PDI-P patut diapresiasi, namun kontrol sosial masyarakat harus terus berjalan.
Indonesia News Chanel menegaskan: setiap rupiah uang negara adalah milik rakyat, bukan bahan candaan apalagi rampokan.







