PANYABUNGAN, INDONESIA NEWS CHANEL – Pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Pascabencana Tahun 2026 di Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara, mendapat sorotan.

Aktivis pemerhati pendidikan Madina, Ade Batu Bara, mendesak Bupati Madina H. Saipullah Nasution mengevaluasi kinerja Kepala Dinas Pendidikan Madina, M. Faisal Situmorang.

Sorotan Ade terutama terkait mekanisme swakelola, penggunaan tenaga kerja lokal, transparansi anggaran, serta pengawasan pekerjaan di lapangan.

“Di atas kertas disebut swakelola, tetapi kalau di lapangan pekerjaan dialihkan kepada pihak lain, tentu harus dipertanyakan,” ujar Ade kepada Indonesia News Chanel, Rabu (30/9/2026).

Ade juga mengklaim menemukan indikasi pekerjaan yang diduga melibatkan pihak di luar unsur masyarakat atau Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP). Namun, informasi tersebut masih memerlukan verifikasi melalui dokumen, keterangan pihak sekolah dan P2SP, serta pemeriksaan lapangan.

Sebelumnya, pelaksanaan revitalisasi SDN 018 Lumban Pinasa, Kecamatan Siabu, dengan anggaran sekitar Rp1,03 miliar dari APBN 2026, juga menjadi perhatian. Pihak sekolah menyatakan tenaga kerja yang digunakan berasal dari masyarakat setempat.

Selain mekanisme swakelola, Ade menyoroti informasi mengenai dugaan permintaan fee, transparansi papan informasi kegiatan, serta pengadaan meubelair. Seluruh informasi tersebut masih berupa dugaan atau klaim yang membutuhkan pembuktian.

Ade meminta Bupati Madina, DPRD Madina, dan aparat penegak hukum melakukan pengawasan serta pemeriksaan apabila ditemukan indikasi pelanggaran.

“Ini uang negara dan menyangkut masa depan anak-anak Madina. Kalau ada pelanggaran, harus ditindak sesuai aturan,” tegasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal belum memberikan klarifikasi resmi atas tudingan tersebut.

Redaksi Indonesia News Chanel membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi seluruh pihak yang disebut atau berkaitan dengan program revitalisasi tersebut.

Penulis: Irul Siregar
Editor: Tim Redaksi Indonesia News Chanel