JAKARTA – INDONESIA NEWS CHANEL // Yayasan Hari Puisi (YHP) mencatat tonggak sejarah baru dalam dunia kesusasteraan nasional. Di tengah momentum bersejarah penetapan tanggal 26 Juli sebagai Hari Puisi Indonesia, YHP secara resmi menandatangani nota kesepahaman dengan Badan Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.
Penandatanganan yang berlangsung di Teater Plaza, Taman Ismail Marzuki, Jakarta itu dilakukan oleh Ketua YHP, Asrizal Nur dan Kepala Badan Bahasa, Hafidz Muksin. Nota kesepahaman ini menandai sinergi berkelanjutan dalam mendukung pengembangan sastra, khususnya puisi, sebagai bagian dari pembangunan peradaban bangsa.
“Kami sepakat untuk bersama-sama mendukung kegiatan sastra nasional, termasuk pertukaran informasi, promosi, edukasi, sayembara, hingga pelibatan masyarakat dalam gerakan membaca dan menulis puisi,” ungkap Hafidz Muksin usai penandatanganan.
Hafidz juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, yang telah menetapkan tanggal kelahiran penyair legendaris Chairil Anwar—26 Juli—sebagai Hari Puisi Indonesia.
“Ini bentuk penghormatan terhadap kekuatan kata dalam membangun karakter bangsa. Kami berterima kasih kepada YHP atas kerja sama dan dedikasinya dalam memperjuangkan ekosistem sastra yang sehat dan dinamis,” ujar Hafidz.
Menurutnya, Badan Bahasa akan terus hadir memperluas jangkauan apresiasi sastra di masyarakat, membangun sinergi lintas sektor, serta mendorong sastra sebagai sarana kritik, ekspresi, dan harapan bagi generasi mendatang.
“Kepada seluruh sastrawan, budayawan, dan penggiat puisi, kami ucapkan terima kasih setulus hati atas dedikasi dan cinta terhadap dunia sastra,” tuturnya.
Ketua YHP Asrizal Nur menyambut bahagia penetapan Hari Puisi Indonesia. Baginya, ini adalah momen yang membuktikan bahwa negara benar-benar hadir dalam dunia kesusasteraan nasional.
“Alhamdulillah. Setelah 13 tahun berjuang, akhirnya puisi diakui negara secara resmi. Ini bukan hanya milik YHP, tetapi milik kita semua—bangsa Indonesia,” kata Asrizal dengan nada syukur, Sabtu (2/8).
Ia pun mendorong agar seluruh masyarakat turut merayakan Hari Puisi dengan caranya masing-masing di berbagai daerah.
Senada, Wakil Ketua YHP Danny Susanto menyebut bahwa penetapan ini merupakan bagian dari pembangunan karakter dan identitas bangsa.
“Puisi adalah identitas. Hari Puisi Indonesia adalah bentuk nation building melalui jalur kebudayaan dan kesusasteraan,” ucapnya tegas.
Danny turut menyampaikan apresiasi kepada sejumlah tokoh yang telah mendukung perjuangan ini, termasuk Linda Djalil dan Nisa Rengganis yang berperan sebagai mediator di lingkungan Kementerian Kebudayaan.
Sementara itu, Ketua YHP Rida K. Liamsi menilai penetapan Hari Puisi Indonesia sebagai bentuk pengakuan negara atas eksistensi komunitas kepenyairan.
“Kini puisi mendapat tempat yang terhormat. Ini adalah kebanggaan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujar Rida haru.
Sebagai bentuk syukur, seluruh pengurus YHP diundang dalam acara tasyakuran di Villa Rumah Budaya HMA, Megamendung, Puncak, Bogor pada Minggu (3/8).
Acara tersebut dirancang dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan, diisi dengan doa bersama, pembacaan puisi, serta evaluasi dan penyusunan rencana kerja ke depan.
“Setelah tegang mempersiapkan dan menyukseskan Hari Puisi Indonesia, kita perlu rehat sejenak. Namun, semangat tetap harus menyala untuk program-program berikutnya,” tutup Asrizal Nur.








