CIBINONG, BOGOR — INDONESIA NEWS CHANEL | Jumat, 9 Oktober 2026 — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meraih tiga penghargaan dalam Gerakan Bersama Akselerasi Imunisasi (GEBER AKSI) berdasarkan Aplikasi Sehat Indonesiaku (ASIK) Tahun 2026 tingkat Provinsi Jawa Barat. Capaian ini menjadi pengakuan atas upaya peningkatan cakupan imunisasi bayi dan anak melalui penguatan pendataan, pencatatan, serta pemantauan sasaran pelayanan kesehatan.
Penghargaan tersebut diserahkan dalam kegiatan Pertemuan Evaluasi dan Apresiasi Capaian Gerakan Bersama Akselerasi Imunisasi Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 di Bandung, Rabu (7/10/2026). Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, menerima penghargaan tersebut mewakili pemerintah daerah.
Tiga penghargaan yang diraih Kabupaten Bogor meliputi kategori kabupaten dengan kenaikan cakupan imunisasi terbaik pertama, Puskesmas Pabuaran Indah sebagai puskesmas dengan kenaikan cakupan imunisasi terbaik pertama, serta Posyandu Nusa Indah, Kelurahan Pabuaran, Kecamatan Cibinong, sebagai tim Posyandu dengan kenaikan cakupan imunisasi terbaik pertama.
Cakupan Imunisasi Masih Perlu Ditingkatkan
Di balik capaian penghargaan tersebut, peningkatan cakupan imunisasi tetap menjadi pekerjaan yang harus dilanjutkan. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor hingga Agustus 2026 mencatat cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) pada bayi sebesar 63,4 persen. Sementara itu, cakupan Imunisasi Baduta Lengkap tercatat sebesar 61,3 persen.
Angka tersebut menjadi dasar bagi jajaran kesehatan untuk memperkuat intervensi, terutama dalam menjangkau bayi dan anak yang belum memperoleh imunisasi lengkap sesuai jadwal.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan pelayanan imunisasi.
“Penghargaan ini merupakan apresiasi atas kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak dalam meningkatkan cakupan imunisasi di Kabupaten Bogor. Kami tidak ingin capaian ini berhenti sebagai sebuah penghargaan, tetapi menjadi momentum untuk terus memperkuat pelayanan dan memastikan tidak ada anak yang terlewat mendapatkan imunisasi,” ujar Fusia.
Menurutnya, data dan pencatatan yang akurat berperan penting dalam mengevaluasi pelaksanaan program sekaligus mengidentifikasi sasaran yang belum mendapatkan imunisasi. Dengan demikian, tindak lanjut pelayanan dapat dilakukan secara lebih terarah.
Upaya tersebut melibatkan Dinas Kesehatan, puskesmas, rumah sakit, tenaga kesehatan, kader Posyandu, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan kelurahan, serta partisipasi masyarakat.
Perkuat Pelayanan hingga Tingkat Posyandu
Untuk meningkatkan cakupan imunisasi, Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor terus mendorong penguatan pelayanan di puskesmas dan Posyandu, pelacakan sasaran yang belum mendapatkan imunisasi, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan dan kader, serta perbaikan pencatatan dan pelaporan.
Edukasi kepada masyarakat juga menjadi bagian penting agar orang tua memahami manfaat imunisasi dan memastikan anak memperoleh pelayanan sesuai jadwal.
“Ke depan, kami akan terus memperkuat kolaborasi lintas sektor dan lintas program. Target kita bukan hanya meningkatkan angka cakupan, tetapi memastikan imunisasi benar-benar menjangkau seluruh sasaran, terutama anak-anak yang berada di wilayah dengan cakupan rendah,” katanya.
Capaian tiga penghargaan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi seluruh jajaran kesehatan untuk memperluas jangkauan pelayanan dan meningkatkan kualitas pelaksanaan program imunisasi di Kabupaten Bogor.
Pemkab Bogor juga mengajak masyarakat berperan aktif dengan membawa bayi dan anak ke fasilitas pelayanan kesehatan atau Posyandu untuk mendapatkan imunisasi lengkap dan tepat waktu sesuai jadwal yang dianjurkan.
Penguatan data, pemantauan sasaran, dan kolaborasi lintas sektor diharapkan tidak hanya meningkatkan capaian program, tetapi juga memperkuat perlindungan kesehatan bayi dan anak di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.
Penulis: Tim Redaksi Indonesia News Chanel
INDONESIA NEWS CHANEL
Media Informasi dari Bogor untuk Indonesia







