GUNUNG PUTRI, INDONESIA NEWS CHANEL – Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, terus mengembangkan kemandirian desa melalui inovasi, digitalisasi pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, dan kolaborasi dengan berbagai pihak.
Hal tersebut disampaikan Bupati Bogor Rudy Susmanto saat menghadiri pemaparan dan wawancara calon juara penjaringan Desa dan Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026 di Aula Desa Gunung Putri, Selasa (6/10/2026).

Rudy menegaskan, pembangunan daerah harus berangkat dari kebutuhan masyarakat dan dimulai dari tingkat desa. Menurutnya, pemerintah tidak dapat hanya mengandalkan pendekatan pembangunan dari atas ke bawah, tetapi perlu melibatkan pemerintah desa dan masyarakat dalam menentukan program sesuai karakteristik serta kebutuhan wilayah.
“Program-program yang harus dibangun adalah program-program yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Program tersebut harus berangkat dari desa,” ujar Rudy.
Dukungan Pemkab Bogor

Rudy mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor terus memperkuat pembangunan desa melalui dukungan anggaran dan kebijakan.
Pada 2026, Pemkab Bogor telah merealisasikan bantuan keuangan infrastruktur sebesar Rp1,5 miliar untuk setiap desa. Bantuan tersebut diberikan di luar Dana Desa dan Bantuan Keuangan untuk Infrastruktur Desa (BHPRD).
Menurut Rudy, Desa Gunung Putri menjadi salah satu contoh pengembangan pembangunan desa melalui inovasi dan kolaborasi. Pemerintah desa bersama masyarakat dinilai mampu mengembangkan program berdasarkan potensi dan kebutuhan wilayah.
“Beliau beserta seluruh jajaran Pemerintah Desa Gunung Putri membangun Desa Gunung Putri bukan hanya dengan tenaga, bukan hanya dengan waktu, dan bukan hanya dengan pikiran. Beliau membangun Desa Gunung Putri dengan hati,” kata Rudy.
Ia berharap berbagai program yang dikembangkan Desa Gunung Putri dapat menjadi inspirasi bagi desa lainnya di Kabupaten Bogor.
“Program-program yang ada di Desa Gunung Putri akan kami duplikasi menjadi program di 416 desa dan 19 kelurahan se-Kabupaten Bogor,” tegasnya.
Rudy juga berharap capaian Desa Gunung Putri dapat mendorong desa lain untuk terus melakukan inovasi dan menghadirkan pembangunan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Dari Bogor kita membangun bangsa Indonesia. Jaga Desa Gunung Putri, jaga Bogor, jaga Jawa Barat, jaga Indonesia,” tandasnya.
Smart Village dan Pertumbuhan Ekonomi

Kepala Desa Gunung Putri Daman Huri mengatakan, pemerintah desa terus membangun kemandirian melalui inovasi dan kolaborasi.
Dengan luas wilayah sekitar 2,99 kilometer persegi dan jumlah penduduk mencapai 20.078 jiwa, Desa Gunung Putri mengembangkan konsep Smart Village untuk memperkuat tata kelola pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Konsep tersebut antara lain diwujudkan melalui digitalisasi pemerintahan, pengelolaan keuangan secara nontunai, serta pengembangan Data Desa Presisi bersama IPB University.
Sejak 2019, sekitar 80 persen perangkat dan staf desa juga berasal dari generasi muda yang diarahkan untuk mendukung percepatan pembangunan serta pelayanan publik.
Di sektor ekonomi, Desa Gunung Putri mengembangkan konsep segitiga emas, yang meliputi Setu Gunung Putri, potensi gunung atau bukit, serta ketahanan pangan.
Pengembangan potensi tersebut dilakukan melalui kolaborasi antara BUMDes, Gunung Putri Network (GPNet), koperasi desa, dan pelaku UMKM.
Sebanyak 17 UMKM disebut telah naik kelas, sementara Pendapatan Asli Desa (PADes) meningkat dari sekitar Rp15 juta pada 2021 menjadi Rp200 juta pada 2026.
“Pembangunan jangan hanya menghasilkan pembangunan fisik, tetapi bagaimana pembangunan itu bisa menciptakan lapangan kerja dan pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Daman Huri.
Perkuat Keamanan dan Lingkungan

Kemandirian desa juga dikembangkan melalui program keamanan, kebencanaan, dan lingkungan.
Desa Gunung Putri memiliki 56 anggota Linmas, 64 titik CCTV yang beroperasi selama 24 jam, smart pole untuk layanan kedaruratan, Desa Tangguh Bencana, serta Relawan Pemadam Kebakaran.
Di bidang lingkungan, terdapat 14 Kampung Ramah Lingkungan dan 24 unit bank sampah. Pemerintah desa juga mengembangkan pengolahan sampah organik menggunakan maggot atau Black Soldier Fly (BSF).
Program pemberdayaan masyarakat turut dilakukan melalui pelatihan keterampilan, pengembangan UMKM, perpustakaan digital, Posyandu, pelestarian budaya, program pengentasan kemiskinan, hingga percepatan penurunan stunting.
Masuk Penilaian Tingkat Nasional
Kepala DPMD Provinsi Jawa Barat Mochamad Ade Afriandi menilai inovasi yang dilakukan Desa Gunung Putri merupakan bentuk respons pemerintah desa dalam menghadapi karakter wilayah yang kompleks.
Desa Gunung Putri berkembang sebagai kawasan industri sekaligus wilayah yang semakin mendekati karakter perkotaan.
Menurut Ade, terdapat sejumlah aspek yang menjadi perhatian dalam penilaian kinerja desa, di antaranya kemampuan pemerintah desa merespons persoalan lintas kewenangan, keterbukaan terhadap aspirasi masyarakat, serta kecepatan merespons keluhan warga.
Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah smart pole yang digunakan untuk mendukung layanan kedaruratan.
“Yang dihadapi Desa Gunung Putri ini bukan hal yang mudah, bukan hal yang ringan. Selain desanya menjadi desa industri, menjadi sebuah wilayah yang mendekati perkotaan, tantangan yang dihadapi menjadi tidak seringan desa-desa lainnya,” ujar Ade.
Desa Gunung Putri kemudian terpilih sebagai pinunjul katilu atau desa terbaik ketiga di Jawa Barat dan mewakili Jawa Barat dalam penilaian Desa/Kelurahan Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2026.
Seleksi dilakukan secara berjenjang mulai tingkat kecamatan, kabupaten hingga provinsi dan melibatkan ribuan desa di Jawa Barat. Hasil penilaian tingkat nasional dijadwalkan diumumkan pada akhir Oktober 2026.
Berbagai inovasi Desa Gunung Putri juga disebut telah mengantarkan desa tersebut meraih sejumlah penghargaan tingkat nasional serta menjadi tujuan studi tiru bagi 2.902 desa dari 20 provinsi di Indonesia, termasuk kunjungan dari Malaysia dan Afghanistan.
Kembangkan Kampung Urban Pajajaran
Ke depan, Pemerintah Desa Gunung Putri berencana mengembangkan Kampung Urban Pajajaran sebagai kawasan tematik sekaligus destinasi wisata yang diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Daman Huri menegaskan, pembangunan desa membutuhkan keberanian untuk berpikir kreatif, mengoptimalkan sumber daya yang tersedia, serta memperkuat kerja sama.
“Jalan dulu, nanti ketemu jalan. Jangan jadi Superman, tetapi harus menjadi super team,” tegasnya.
Melalui inovasi dan kolaborasi, Desa Gunung Putri terus mendorong kemandirian dengan mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat pelayanan publik, meningkatkan pemberdayaan masyarakat, serta membuka peluang pertumbuhan ekonomi baru.
Redaksi: Indonesia News Chanel
INDONESIA NEWS CHANEL | Media Informasi Bogor untuk Indonesia






