TENJOLAYA, INDONESIA NEWS CHANEL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) menggelar Gerakan Aksi Sapta Pesona di Desa Wisata Gunung Malang, Kecamatan Tenjolaya, Sabtu (26/9/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan pariwisata berkelanjutan sekaligus mendorong potensi desa wisata sebagai penggerak perekonomian masyarakat.
Gerakan tersebut menitikberatkan pada penerapan nilai-nilai Sapta Pesona, pelestarian lingkungan, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam mengembangkan destinasi wisata yang berkualitas dan berdaya saing.

Kepala Disparekraf Kabupaten Bogor, Ria Marlisa, menegaskan bahwa pengembangan pariwisata tidak boleh hanya berorientasi pada keuntungan ekonomi. Menurutnya, keberlanjutan lingkungan dan keterlibatan masyarakat harus menjadi bagian penting dalam pengelolaan destinasi wisata.
“Potensi pariwisata di 416 desa di Kabupaten Bogor luar biasa. Potensi tersebut harus dikelola dengan baik, bukan hanya business oriented, tetapi bagaimana pariwisata bisa berkelanjutan. Kita menjaga alam, sehingga alam juga bisa menjaga kita melalui perputaran ekonomi di desa wisata,” ujar Ria.
Ia menjelaskan, penerapan Sapta Pesona membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, masyarakat, pelaku usaha, akademisi hingga perangkat daerah terkait.
Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar pengembangan desa wisata tidak berjalan secara parsial, melainkan menjadi gerakan bersama yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Ini harus menjadi gerakan bersama dari seluruh masyarakat. Kami di Dinas Pariwisata dan Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus mengawal dan mendukung pengembangan Desa Wisata Gunung Malang,” jelasnya.
Desa Wisata Gunung Malang Tembus 10 Besar Jawa Barat
Ria mengungkapkan, Desa Wisata Gunung Malang menunjukkan perkembangan yang membanggakan meskipun masih berstatus sebagai desa wisata rintisan.
Konsistensi pengelola dalam membenahi administrasi, memperkuat dokumentasi, serta menggali dan mengembangkan potensi lokal mengantarkan Desa Wisata Gunung Malang masuk dalam jajaran 10 besar ajang Smiling West Java tingkat Provinsi Jawa Barat. Desa wisata tersebut juga mengikuti ajang Wonderful Indonesia Awards 2026.
“Ini merupakan prestasi yang luar biasa. Desa Wisata Gunung Malang masih rintisan, tetapi dengan dedikasi dan komitmen yang konsisten mampu menorehkan prestasi. Ini juga menjadi pembelajaran bagi 416 desa lainnya di Kabupaten Bogor,” ungkapnya.
Ke depan, pengembangan Desa Wisata Gunung Malang akan dilakukan secara terpadu dengan mengoptimalkan potensi alam, budaya, seni, pertanian, dan edukasi.
Kolaborasi lintas perangkat daerah, termasuk Dinas Kebudayaan, Bappedalitbang, Diskominfo, DPMD, serta kalangan akademisi, diharapkan dapat memperkuat promosi, meningkatkan kualitas pengelolaan, dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat setempat.
Ria juga mengingatkan agar Gerakan Aksi Sapta Pesona tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata dan berkelanjutan.
“Jangan sampai kegiatan ini hanya menjadi agenda seremonial. Kita ingin ini menjadi gerakan kultural dan komitmen bersama untuk merawat masa depan pariwisata Kabupaten Bogor agar semakin bersinergi, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” tegasnya.
Libatkan 23 Desa Wisata dalam Deklarasi Sapta Pesona
Dalam kegiatan tersebut, dilaksanakan sosialisasi nilai-nilai Sapta Pesona, deklarasi komitmen bersama yang melibatkan 23 desa wisata yang telah memiliki Surat Keputusan (SK) Bupati, serta aksi penanaman pohon sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Peserta juga mengikuti eksplorasi edu-farm di Desa Wisata Gunung Malang untuk mengenal potensi pertanian dan edukasi yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kebersihan, keamanan, ketertiban, kesejukan, keindahan, keramahan, dan kenangan dalam pengalaman berwisata.
Kembangkan Potensi Alam, Budaya, dan Edukasi
Sementara itu, Ketua Desa Wisata Gunung Malang, Tedi Saefudin, menjelaskan bahwa pengembangan desa wisata mulai diperkuat melalui proses reorganisasi pada 2024. Langkah tersebut dilakukan setelah adanya pendampingan dan kunjungan mahasiswa Universitas Pakuan serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
Sejak saat itu, pengelola bersama masyarakat mulai memetakan dan mengembangkan beragam potensi lokal, mulai dari wisata alam, wisata buatan, seni dan budaya, pertanian, peternakan, kerajinan hingga kegiatan edukasi.
“Dengan adanya desa wisata, kami semakin semangat untuk mempromosikan potensi yang ada dan melakukan kegiatan-kegiatan desa wisata. Kami bergotong royong membangun desa wisata ini agar semakin baik dan bisa menerima lebih banyak kunjungan,” kata Tedi.
Ia menyebutkan, salah satu keunggulan Desa Wisata Gunung Malang adalah potensi alamnya yang berbatasan langsung dengan kawasan taman nasional. Selain itu, keberadaan sejumlah curug atau air terjun menjadi daya tarik wisata alam yang dapat dikembangkan.
Desa Wisata Gunung Malang juga memiliki potensi wisata edukasi, khususnya melalui kegiatan pertanian dan pengenalan lingkungan, yang selama ini telah menarik kunjungan dari sejumlah sekolah.
Menurut Tedi, pembenahan tata kelola, pemenuhan persyaratan administrasi, serta kelengkapan dokumentasi menjadi bagian penting dalam proses pengembangan desa wisata dan keikutsertaan dalam berbagai ajang penilaian.
“Alhamdulillah, meskipun kami masih desa wisata rintisan dan baru berkembang, kami bisa masuk 10 besar tingkat Jawa Barat dan sampai ke tingkat nasional. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berbenah dan mengembangkan Desa Wisata Gunung Malang,” pungkasnya.
Melalui Gerakan Aksi Sapta Pesona, Pemkab Bogor berharap pengembangan desa wisata dapat berjalan semakin terarah dengan mengedepankan pelestarian alam, penguatan budaya lokal, dan pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian, sektor pariwisata di Kabupaten Bogor diharapkan mampu tumbuh secara berkelanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi warga.
(Tim Redaksi Indonesia News Chanel







