JAKARTA — INDONESIA NEWS CHANNEL I. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir Januari lalu merupakan tanggung jawab Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Mahendra Siregar dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman.
Purbaya menegaskan, keputusan kedua pejabat tersebut untuk mengundurkan diri merupakan langkah yang tepat sebagai bentuk tanggung jawab atas koreksi tajam yang terjadi di pasar modal. Iman Rachman lebih dahulu mengundurkan diri pada Jumat pagi (30/1/2026), disusul Mahendra Siregar pada Jumat malam, bersama Wakil Ketua OJK
Mirza Adityaswara.
“Ketika pasar mengalami koreksi yang dalam, mereka harus bertanggung jawab,” ujar Purbaya dalam agenda Indonesia Economic Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Diketahui, IHSG sempat anjlok hingga minus 8 persen dan berada di level 7.480 pada akhir Januari 2026.
Menurut Purbaya, kejatuhan tersebut tidak terlepas dari lemahnya respons otoritas pasar terhadap peringatan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), khususnya terkait penegakan transparansi dan penertiban saham-saham spekulatif atau saham gorengan.
“Karena kita tahu, tuntutan MSCI tidak direspons dengan semestinya. OJK juga memiliki tanggung jawab dalam mengawasi pasar dan bursa,” jelasnya.
Purbaya menilai pengunduran diri pimpinan OJK dan BEI merupakan sinyal positif. Menurutnya, langkah tersebut menunjukkan adanya
kesadaran atas kesalahan yang terjadi serta kesiapan untuk bertanggung jawab.
“Bagi saya, ini pertanda baik. Artinya, mereka menyadari telah melakukan kesalahan dan bersedia bertanggung jawab,” tambahnya.
Lebih lanjut, Purbaya mengungkapkan bahwa tingkat ketidaktransparanan di pasar saham selama ini masih cukup tinggi. Ia mengaku telah meminta manajemen bursa beberapa bulan lalu untuk membersihkan praktik manipulasi harga saham, namun upaya tersebut tidak ditindaklanjuti secara maksimal.
“Karena itu, peringatan dari MSCI justru menjadi hal yang baik. Peringatan tersebut bisa dijadikan momentum untuk memperbaiki praktik pasar agar menjadi lebih sehat dan transparan,” ujarnya.
Ke depan, Purbaya memastikan pemerintah akan memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan MSCI, termasuk dalam hal transparansi pasar modal. Meski tidak terlibat langsung dalam operasional bursa, ia menegaskan akan fokus memastikan stabilitas ekonomi nasional tetap terjaga.
“Kami memastikan belanja pemerintah cukup besar pada kuartal pertama dan kedua, dilakukan tepat waktu, serta memastikan likuiditas di pasar mencukupi dan iklim usaha terus membaik,” pungkasnya.







