Indonesia News Chanel // Menag Resmikan Masjid Ibadurrahman di Tajurhalang, Simbol Keberkahan dan Pusat Pendidikan Islam
Tajurhalang, Bogor – Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar meresmikan Masjid Ibadurrahman di Jalan Raya Bomang, Kecamatan Tajurhalang, Kabupaten Bogor, Sabtu (8/3/25).
Dalam peresmian tersebut, Menag menandatangani prasasti dan menggunting pita sebagai tanda resmi dibukanya masjid untuk masyarakat.
“Bismillahirrahmanirrahim, dengan ini saya resmikan Masjid Ibadurrahman. Semoga masjid ini menjadi tiang pancang langit, penolak bala, dan sumber berkah bagi lingkungan sekitarnya,” ujar Nasaruddin Umar, dikutip dari situs Kemenag, Minggu (9/3/25).
Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Urusan Agama Islam Kemenag, Arsyad Hidayat, serta Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Bogor, Syukri Ahmad Fanani.
Masjid Sebagai Pusat Keberkahan dan Pendidikan
Dalam sambutannya, Menag menekankan pentingnya membangun dan memakmurkan masjid, bukan hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai sumber keberkahan bagi masyarakat.
“Bahagialah mereka yang tinggal di sekitar masjid ini karena dekat dengan sumber keberkahan. Dalam hadis disebutkan bahwa orang-orang yang berkumpul di masjid untuk melantunkan kalimat suci akan bercahaya di langit, sebagaimana bintang-bintang bersinar di angkasa,” tuturnya.
Ia juga mengutip sabda Rasulullah SAW, “Barang siapa membangun masjid, maka Allah akan membangunkan baginya rumah di surga.” Menag menegaskan bahwa membangun masjid adalah investasi abadi yang lebih bernilai dibanding mengumpulkan harta duniawi.
“Tidak perlu menumpuk harta berlebihan, karena yang kita bawa saat wafat hanyalah kain kafan. Sebelum ajal menjemput, berwakaflah, walaupun hanya satu lembar genteng, satu batu bata, atau satu tegel,” imbuhnya.
Berawal dari Kesulitan Mencari Tempat Salat
Pewakaf Masjid Ibadurrahman, Arsyad Abdullah, mengungkapkan bahwa niatnya membangun masjid ini berawal dari pengalaman pribadi saat kesulitan menemukan tempat salat di kawasan tersebut.
“Saat itu saya kesulitan mencari masjid untuk salat. Dari situlah saya berpikir, alangkah baiknya jika saya bisa mewakafkan tanah saya untuk membangun masjid agar masyarakat sekitar dan musafir yang melintas dapat lebih mudah menunaikan ibadah,” ujarnya.
Masjid Ibadurrahman berdiri di atas lahan seluas 1.880 meter persegi dengan bangunan dua lantai seluas 700 meter persegi. Proses pembangunannya berlangsung selama satu tahun.
Tak hanya sebagai tempat ibadah, masjid ini juga akan difungsikan sebagai pusat kegiatan Islam. Arsyad menuturkan bahwa salah satu program utama yang dikembangkan adalah menjadikan masjid sebagai Pusat Pendidikan Ibadurrahman.
“Saat ini, Yayasan Ibadurrahman telah memiliki Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam di Surabaya. Ke depan, kami ingin mengembangkan masjid ini sebagai pusat pendidikan yang mencetak calon imam masjid dan hafiz Al-Qur’an,” jelasnya.
Peresmian Masjid Ibadurrahman diharapkan menjadi tonggak awal dalam memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, dakwah, dan pendidikan bagi masyarakat sekitar.







