MANDAILING NATAL, INDONESIA NEWS CHANEL – Perjalanan hidup Jeni Saputra, anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal periode 2024–2029, tidak lepas dari lingkungan masyarakat transmigrasi di wilayah Pantai Barat, khususnya Kecamatan Sinunukan.

Jeni merupakan putra Wakimin, tokoh masyarakat sekaligus petani sawit transmigrasi di Sinunukan. Dari lingkungan keluarga petani tersebut, Jeni tumbuh dengan pengalaman tentang kerja keras, kehidupan perkebunan, serta dinamika ekonomi masyarakat.

Latar belakang itu kemudian menjadi bagian dari perjalanan Jeni hingga dipercaya menjadi wakil rakyat di DPRD Kabupaten Mandailing Natal.

Anak Petani Sawit Transmigrasi

Jeni menyebut dirinya sebagai bagian dari generasi yang tumbuh dari perjuangan keluarga transmigrasi dalam membangun kehidupan di daerah baru.

Ia mengaku memahami kehidupan petani sawit, mulai dari bekerja di kebun hingga menghadapi naik-turunnya harga tandan buah segar (TBS).

“Saya anak petani sawit transmigrasi. Saya tahu rasanya panas-panasan di kebun, saya tahu rasanya harga sawit naik turun. Saya tahu perjuangan bapak-bapak transmigrasi membangun Sinunukan dari hutan menjadi kampung yang ramai seperti sekarang,” ujar Jeni.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal dalam memahami berbagai persoalan masyarakat, terutama petani dan pelaku usaha kecil di wilayah Pantai Barat.

Santun dan Berusaha Tetap Dekat dengan Masyarakat

Sebagai anggota DPRD Madina, Jeni mengatakan dirinya tidak ingin kehilangan kedekatan dengan lingkungan masyarakat tempat ia tumbuh.

Komunikasi langsung dan sikap terbuka menjadi bagian dari pendekatan yang ia kedepankan ketika bertemu masyarakat.

Ia juga memegang prinsip “tanpa tedeng aling-aling”, yang dimaknainya sebagai sikap berbicara secara terbuka, apa adanya, dan tidak berbelit-belit.

“Saya ini anak petani, bahasa saya bahasa petani. Tidak biasa saya beretorika, hanya tanpa tedeng aling-aling. Kalau untuk UMKM ya untuk UMKM, kalau untuk kesejahteraan rakyat ya untuk rakyat. Jangan diputar-putar,” katanya.

UMKM Jadi Salah Satu Perhatian

Latar belakang keluarga petani membuat Jeni menaruh perhatian terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Pantai Barat.

Menurutnya, masyarakat tidak cukup hanya bergantung pada hasil perkebunan. Potensi ekonomi lokal perlu dikembangkan melalui usaha dan produk turunan yang dapat memberikan nilai tambah.

Jeni mendorong agar masyarakat, termasuk keluarga petani sawit, memiliki peluang untuk mengembangkan kegiatan ekonomi lain sehingga tidak hanya bergantung pada penjualan hasil perkebunan.

“Rakyat transmigrasi itu membutuhkan kepastian, bukan hanya janji. Anak-anak petani harus mempunyai kesempatan untuk membangun masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Perhatian terhadap Kebutuhan Petani

Selain UMKM, Jeni juga menyoroti sejumlah kebutuhan masyarakat transmigrasi, antara lain jalan produksi perkebunan, ketersediaan pupuk, pendidikan anak-anak petani, serta kondisi ekonomi keluarga.

Menurutnya, persoalan tersebut berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat dan perlu menjadi perhatian dalam kebijakan pembangunan daerah.

Pengalaman sebagai anak petani membuat Jeni mengaku memiliki kedekatan emosional dengan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat perkebunan.

Dari Lingkungan Transmigrasi ke Gedung DPRD

Perjalanan Jeni dari lingkungan keluarga petani sawit transmigrasi hingga menjadi anggota DPRD Madina menjadi bagian dari dinamika masyarakat Pantai Barat.

Ia mengatakan tidak ingin jabatan sebagai wakil rakyat membuat dirinya berjarak dengan masyarakat.

Bagi Jeni, posisi sebagai anggota DPRD merupakan amanah yang harus dijalankan dengan tetap membuka ruang komunikasi dengan masyarakat.

Di Sinunukan, ia mengaku masih berinteraksi dengan petani dan masyarakat di lingkungan tempat keluarganya tumbuh.

Pesan untuk Generasi Muda

Jeni berharap perjalanan hidupnya dapat menjadi motivasi bagi generasi muda, khususnya anak-anak keluarga transmigrasi, agar tidak minder dengan latar belakang keluarga.

Menurutnya, menjadi anak petani bukanlah hambatan untuk meraih cita-cita.

Sebaliknya, pengalaman hidup bersama masyarakat dapat menjadi modal untuk memahami persoalan sosial dan ekonomi yang dihadapi masyarakat.

Profil Jeni Saputra

  • Nama: Jeni Saputra
  • Jabatan: Anggota DPRD Kabupaten Mandailing Natal periode 2024–2029
  • Wilayah: Pantai Barat, Sinunukan, Mandailing Natal
  • Latar belakang: Keluarga petani sawit transmigrasi
  • Ayah: Wakimin, tokoh masyarakat dan petani sawit transmigrasi Sinunukan
  • Perhatian: UMKM, petani dan kesejahteraan masyarakat
  • Prinsip: “Tanpa Tedeng Aling-Aling”

Perjalanan Jeni Saputra menggambarkan bagaimana pengalaman hidup di tengah masyarakat transmigrasi dapat menjadi bagian dari perjalanan seseorang menuju ruang pengabdian publik.

Dari lingkungan keluarga petani sawit di Sinunukan hingga menjadi anggota DPRD Madina, Jeni mengaku tetap membawa nilai yang ditanamkan keluarganya: bekerja keras, hidup sederhana, dekat dengan masyarakat, dan berbicara apa adanya.

Penulis: Tim Indonesia News Chanel – Mandailing Natal
Mandailing Natal, 6 Oktober 2026