CIBINONG, INDONESIA NEWS CHANEL | Jumat, 28 Agustus 2026 — Sekretaris Daerah Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika memastikan pelayanan publik di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor berjalan kondusif dan optimal.
Hal itu disampaikan Ajat setelah turun langsung memantau sejumlah titik pelayanan masyarakat, Jumat (28/8/2026). Uniknya, pemantauan dilakukan dengan bersepeda sejak pagi, sekaligus berdialog dengan warga yang tengah mengakses layanan pemerintah.
“Jadi hari ini kita sambil gowes, naik sepeda dari pagi. Beberapa titik pusat pelayanan kepada masyarakat itu coba saya kunjungi satu per satu,” ujar Ajat.
Salah satu titik yang didatangi adalah kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor. Di sana, Ajat melihat langsung proses pelayanan administrasi kependudukan yang telah berlangsung sejak pukul 08.00 WIB.
Antusiasme masyarakat terpantau cukup tinggi. Sejumlah warga bahkan telah datang sejak sekitar pukul 07.00 WIB untuk mengurus berbagai dokumen, mulai dari KTP elektronik, aktivasi Identitas Kependudukan Digital (IKD), hingga pembaruan Kartu Keluarga (KK).
Tak hanya memantau, Ajat juga turun berdialog dengan masyarakat untuk mengetahui langsung pengalaman warga selama menerima pelayanan.
“Tadi saya ke bawah, saya tanya-tanya, semua menyampaikan bahwa tidak ada keluhan dan mereka senang. Sistem antrean juga sudah tersusun, mereka datang dilayani dengan baik,” katanya.
Pelayanan Harus Cepat dan Melayani dengan Hati
Ajat menegaskan, pelayanan publik merupakan salah satu prioritas pemerintah daerah. Karena itu, seluruh perangkat daerah diminta terus memperbaiki kualitas pelayanan agar masyarakat mendapatkan layanan yang cepat, mudah, dan sesuai kebutuhan.
“Saya kira memberikan pelayanan sesempurna mungkin sebagaimana harapan Pak Bupati, kita melayani dengan hati, membaca apa yang dipikirkan oleh masyarakat Kabupaten Bogor. Itu tugasnya kami sebagai pelayan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Disdukcapil Kabupaten Bogor Renaldi Yushab Fiansyah menjelaskan bahwa penguatan pelayanan administrasi kependudukan dilakukan dengan membuka titik pelayanan di seluruh 40 kecamatan.
Sebanyak 167 operator disiapkan dan ditempatkan di 40 kecamatan, tujuh Unit Pelaksana Teknis (UPT), serta kantor Disdukcapil Kabupaten Bogor.
Disdukcapil juga telah menggunakan sistem kontrol untuk memantau aktivitas operator, verifikator, hingga sertifikator. Sistem tersebut mulai diterapkan setelah memperoleh izin dari Kementerian Dalam Negeri sekitar dua pekan terakhir.
“Kita pastikan melalui alat kontrol itu, semua berjalan lebih cepat, semua berjalan lebih pasti, dan masyarakat bisa mendapatkan pelayanan apa yang mereka harapkan,” ujar Renaldi.
Ia menyebut setiap produk layanan administrasi kependudukan dapat diproses maksimal sekitar 15 menit apabila seluruh persyaratan telah lengkap.
Meski demikian, Disdukcapil tetap melakukan evaluasi terhadap waktu antrean. Salah satu langkah yang ditempuh ialah membagi fungsi pelayanan kepada sejumlah operator agar proses tidak terpusat pada satu petugas.
Selain itu, Disdukcapil mulai mengembangkan pelayanan berbasis telepon seluler yang digunakan oleh 167 operator. Inovasi ini diharapkan membuat pelayanan lebih fleksibel dan tidak sepenuhnya bergantung pada komputer maupun laptop yang tersedia di kantor.
Dengan berbagai langkah penguatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bogor menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan publik yang kondusif, cepat, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.







