SUKAMAKMUR – INDONESIA NEWS CHANEL // Hari Minggu (21/9/2025) menjadi hari penuh makna bagi masyarakat Kecamatan Sukamakmur, Kabupaten Bogor. Yayasan Asy Syarif dipenuhi ratusan jamaah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga pejabat pemerintahan yang hadir dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Istimewanya, acara ini digelar bersamaan dengan Hari Lahir Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) ke-55, sehingga suasana syukur dan kebersamaan semakin terasa mendalam. Dengan mengusung tema “Menjalin Kebersamaan dalam Rangka Mensyiarkan Agama Lewat Seni Qasidah dan Meneladani Akhlak Rasulullah SAW dalam Kehidupan Sehari-hari”, perayaan ini tidak sekadar berlangsung meriah, tetapi juga menjadi momentum refleksi spiritual yang sarat dengan nilai dakwah.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Jalil, S.Pd.I., yang lantunannya menggema syahdu dan menenangkan hati. Dilanjutkan dengan sambutan pembuka oleh Ketua Yayasan Asy Syarif, Siti Zulfah, S.Pd.I., yang juga menjabat sebagai Sekretaris DPK LASQI Kecamatan Sukamakmur.
Dalam sambutannya, Siti Zulfah menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi SAW bukan hanya kegiatan seremonial tahunan, tetapi ajang untuk menguatkan cinta kepada Rasulullah SAW serta mempererat ukhuwah Islamiyah. “Akhlak Nabi Muhammad SAW adalah cahaya yang menuntun kita di tengah gelapnya zaman. Dengan Maulid ini, kita diajak untuk kembali meneladani budi pekerti beliau dalam keseharian kita,” ungkapnya.
Acara berlanjut dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ustadz Jalil, S.Pd.I., tausiyah penuh hikmah, serta lantunan seni qasidah yang menggema syahdu.

Acara turut dihadiri berbagai tokoh penting, di antaranya Ketua MWC NU Sukamakmur yang sekaligus menjadi Penasehat DPK LASQI, Ketua DPD LASQI Kabupaten Bogor Ajeng Umaroh, serta perwakilan Camat Sukamakmur bersama jajaran Forkopimcam.
Hadir pula Bhabinkamtibmas,Kepala KUA, perwakilan MUI, DMI, Forum UMKM-IKM Sukamakmur, hingga jajaran pengurus LASQI. Kehadiran para tokoh ini menunjukkan sinergi nyata antara pemerintah, masyarakat, dan organisasi seni dalam memperkuat dakwah melalui seni Islami.
Kebersamaan lintas elemen ini menegaskan bahwa syiar Islam bisa semakin kuat ketika seluruh pihak bergerak bersama.

Salah satu daya tarik acara adalah penampilan seni qasidah oleh DPK LASQI Kecamatan Sukamakmur yang dipimpin Irene Ferro Cyanida, S.E., M.M. Penampilan ini bukan hanya hiburan, melainkan juga sarana dakwah yang menyejukkan hati. “Alhamdulillah, LASQI kini berkembang hingga ke pelosok desa. Seni qasidah bukan sekadar hiburan, melainkan media dakwah yang menyentuh hati umat, terutama generasi muda,” tutur Irene dengan penuh rasa syukur.
Kreativitas para seniman qasidah yang tampil membuktikan bahwa seni Islami dapat menjadi jembatan antara budaya dan dakwah.

Puncak acara adalah tausiyah yang disampaikan oleh Ustadz Ade Budiman, yang dikenal masyarakat sebagai Ustadz Boneka. Dengan gaya khasnya, beliau menekankan bahwa kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah anugerah terbesar bagi umat manusia. “Nabi Muhammad SAW diutus sebagai rahmatan lil ‘alamin — rahmat bagi seluruh alam. Beliau hadir untuk menyempurnakan akhlak, membawa kasih sayang, dan menebarkan kedamaian. Tidak ada yang lebih pantas kita teladani dan cintai selain Rasulullah SAW,” tegasnya.
Pesan ini seakan meneguhkan kembali bahwa Maulid bukan hanya mengenang kelahiran Nabi, melainkan sarana untuk memperbaiki diri, memperkuat akhlak, dan menyalakan kembali cinta kepada Rasulullah.
Dalam kesempatan itu, perwakilan dari kecamat Sukamakmur menyampaikan apresiasi tinggi terhadap kiprah LASQI. Ia menekankan bahwa ajaran Rasulullah tentang kesederhanaan harus menjadi teladan, sejalan dengan Edaran Bupati Bogor tentang larangan flexing bagi ASN.
“ASN harus tampil sederhana, tidak berlebihan, dan menjadi teladan bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya Edaran Gotong Royong Setiap Sabtu, yang bertujuan membudayakan kegiatan membersihkan lingkungan dan memperkuat semangat kebersamaan. “Gotong royong adalah warisan bangsa sekaligus ajaran Islam. Mari kita hidupkan kembali tradisi ini di tengah masyarakat,” pesannya.

Ketua DPD LASQI Kabupaten Bogor, Ajeng Umaroh, turut memberikan sambutan yang menekankan makna mendalam dari peringatan Maulid Nabi. “Maulid Nabi adalah momentum untuk merefleksikan akhlak Rasulullah SAW. Beliau adalah role model, bukan hanya dalam aspek ibadah, tetapi juga dalam membangun masyarakat yang adil, toleran, dan beradab,” tegas Ajeng.
Ia juga menyoroti usia LASQI ke-55 sebagai tonggak sejarah penting. “Ini saatnya LASQI beradaptasi dengan perkembangan zaman, memanfaatkan teknologi digital, dan terus mencetak generasi seniman muda agar seni qasidah tetap hidup lintas generasi,” tambahnya.
Maulid Nabi Muhammad SAW adalah refleksi atas kasih sayang Allah SWT kepada umat manusia melalui diutusnya Rasulullah. Beliau hadir membawa cahaya iman, menuntun manusia dari kegelapan menuju jalan yang terang benderang.
Sementara itu, usia 55 tahun LASQI adalah bukti nyata konsistensi sebuah lembaga seni Islami dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan seni qasidah. Lebih dari setengah abad, LASQI tidak pernah berhenti menjadi wadah kreativitas Islami yang menyejukkan jiwa.
Kini, LASQI dihadapkan pada tantangan zaman modern. Namun semangatnya tetap sama: menjadikan seni Islami sebagai media dakwah yang damai, sejuk, dan menyentuh hati.

Acara ditutup dengan doa oleh Ketua MUI Kecamatan Sukamakmur. Doa tersebut dipanjatkan dengan penuh kekhusyukan, memohon keberkahan bagi masyarakat, kemajuan bagi LASQI, dan keselamatan bagi bangsa.
Suasana haru bercampur bahagia menyelimuti hadirin. Mereka pulang dengan hati penuh cahaya, membawa pesan dakwah yang dibalut seni, serta tekad untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat kebersamaan, Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dan Harlah LASQI ke-55 di Sukamakmur menjadi bukti bahwa dakwah bisa hadir dengan cara yang indah, menghibur, sekaligus memperkokoh persaudaraan.







