CIBINONG, INDONESIA NEWS CHANEL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) memperkuat kapasitas petugas dalam menangani keberadaan satwa liar yang masuk ke lingkungan masyarakat.

Penguatan kapasitas tersebut dilakukan melalui sosialisasi dan edukasi bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), yang membahas keberadaan, perilaku, identifikasi jenis, hingga langkah penanganan satwa liar, khususnya primata.

Kegiatan berlangsung di Kantor Disdamkarmat Kabupaten Bogor, Selasa (29/9/2026), dan diikuti jajaran petugas, termasuk personel sektor serta Command Center 112 Kabupaten Bogor.

Kabid Penyelamatan Disdamkarmat Kabupaten Bogor, Wahyudi Hidayat, mengatakan edukasi tersebut penting untuk meningkatkan pengetahuan petugas agar laporan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara tepat berdasarkan jenis dan karakteristik satwa yang ditemukan.

“Selama ini kita banyak melakukan praktik di lapangan, tetapi pengenalan secara teori juga penting. Jangan sampai masyarakat melaporkan monyet, tetapi setelah petugas datang ternyata jenisnya berbeda,” ujar Wahyudi.

Menurutnya, pemahaman mengenai identifikasi satwa diperlukan agar petugas dapat membedakan jenis primata yang ditemukan, sehingga proses penanganan maupun penyampaian laporan kepada pihak terkait dapat dilakukan secara lebih tepat.

Wahyudi juga menekankan agar pengetahuan yang diperoleh melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada petugas yang mengikuti sosialisasi. Edukasi diharapkan dapat diteruskan kepada petugas di sektor maupun masyarakat.

“Jangan sampai setelah kegiatan selesai, ilmunya berhenti di sini. Kita harapkan teman-teman bisa meneruskan edukasi kepada masyarakat. Ketika ada laporan, masyarakat juga bisa mendapatkan informasi yang benar mengenai cara menghadapi dan menangani satwa liar,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan YIARI, Elisabet R.R.B. Hutabarat, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman petugas terhadap perilaku satwa sekaligus membekali mereka dengan langkah yang tepat dan aman ketika menghadapi satwa liar.

“Melalui kegiatan ini, petugas Damkar diharapkan semakin memahami perilaku satwa dan mengetahui langkah yang tepat serta aman ketika berhadapan dengan satwa liar. Pengetahuan ini juga penting untuk membantu mengedukasi masyarakat,” ungkap Elisabet.

Apresiasi juga disampaikan petugas Damkar Sektor Parung, Muhammad Hizba Riendo. Menurutnya, edukasi dari YIARI memberikan tambahan wawasan bagi petugas, terutama dalam mengidentifikasi jenis satwa, memahami karakteristik, serta mengetahui langkah pencegahan dan penanganan satwa primata di lingkungan masyarakat.

Hal senada disampaikan petugas Command Center 112 Kabupaten Bogor. Edukasi mengenai makaka dinilai relevan karena laporan mengenai keberadaan satwa liar tersebut cukup banyak diterima melalui layanan 112.

Dengan peningkatan pemahaman tersebut, petugas diharapkan mampu memberikan informasi awal kepada masyarakat serta meneruskan laporan kepada petugas lapangan untuk ditangani sesuai kondisi dan jenis satwa yang ditemukan.

Kolaborasi Disdamkarmat Kabupaten Bogor dan YIARI diharapkan dapat terus dilakukan melalui edukasi serta peningkatan kapasitas secara berkala. Upaya tersebut menjadi bagian dari penanganan satwa liar yang mengedepankan keselamatan masyarakat sekaligus memperhatikan kelestarian dan keseimbangan ekosistem.

Sumber: Tim Komunikasi Publik/Diskominfo Kabupaten Bogor

Redaksi: Indonesia News Chanel