PANYABUNGAN, INDONESIA NEWS CHANEL — Beredarnya informasi mengenai mobil dinas milik Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang terlihat membawa tabung LPG 3 kilogram mendapat klarifikasi dari Kepala Dinas Kominfo Madina, Syuail Lubis.
Klarifikasi tersebut disampaikan untuk memberikan penjelasan mengenai kondisi kendaraan dan penggunaan mobil dinas yang menjadi perhatian masyarakat.
Menurut Syuail Lubis, kendaraan dinas tersebut telah berada di Bengkel Nauli milik Pasaribu selama kurang lebih dua tahun karena mengalami kerusakan dan menjalani proses perbaikan.
“Mobil itu sudah dua tahun di bengkel Pak Pasaribu. Jadi bukan kami yang pakai untuk angkut LPG. Alhamdulillah, mobil itu sekarang sudah kembali dan sudah berada di kantor Dinas Kominfo dalam keadaan baik,” ujar Syuail Lubis, Senin (22/9/2026).
Pemilik Bengkel Berikan Penjelasan
Pemilik Bengkel Nauli, Pasaribu, turut memberikan keterangan mengenai penggunaan kendaraan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa kendaraan sempat dijalankan tanpa sepengetahuan pihak Dinas Kominfo. Menurut Pasaribu, mobil digunakan untuk memanaskan mesin setelah cukup lama tidak beroperasi.
Terkait adanya tabung LPG 3 kilogram di dalam kendaraan, Pasaribu mengatakan tabung tersebut hanya dipindahkan dalam jarak yang relatif dekat.
“Saya tanpa sadar bukan melangsir, tetapi hanya memindahkan gas tersebut. Mungkin mobil dipakai anak saya untuk mengangkat gas sekitar 200 meter saja. Itu pun tidak jauh. Tidak ada niat untuk menyalahgunakan mobil dinas,” kata Pasaribu.
Pasaribu juga menyampaikan permohonan maaf apabila penggunaan kendaraan tersebut menimbulkan kesalahpahaman dan menjadi perhatian masyarakat.
Kadis Kominfo Akui Kelalaian Pengawasan
Syuail Lubis juga menyampaikan permohonan maaf terkait pengawasan terhadap kendaraan dinas yang selama ini berada di bengkel.
“Mohon maaf atas berita yang beredar. Saya selaku Kadis Kominfo memohon maaf atas kelalaian ini. Alhamdulillah unit mobil tersebut telah kembali baik setelah lama di bengkel dan sudah berada di kantor Dinas Kominfo,” ujarnya.
Menurutnya, kejadian tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Dinas Kominfo Madina, khususnya dalam meningkatkan pengawasan terhadap aset milik pemerintah daerah.
“Terima kasih kepada masyarakat yang telah mengingatkan. Ini menjadi pelajaran bagi kami untuk lebih ketat mengawasi aset daerah,” katanya.
Penggunaan Mobil Dinas Jadi Catatan Pengawasan
Berdasarkan keterangan Kepala Dinas Kominfo Madina dan pemilik bengkel, penggunaan kendaraan tersebut disebut berkaitan dengan aktivitas di bengkel dan pemindahan tabung LPG dalam jarak yang relatif dekat.
Kedua pihak membantah bahwa kendaraan tersebut digunakan untuk kegiatan melangsir LPG sebagai aktivitas bisnis.
Namun demikian, pengakuan bahwa kendaraan dinas sempat digunakan tanpa sepengetahuan pihak instansi serta adanya kelalaian dalam pengawasan tetap menjadi catatan dalam pengelolaan aset pemerintah daerah.
Klarifikasi tersebut diharapkan dapat memberikan informasi yang lebih utuh kepada masyarakat mengenai peristiwa yang menjadi perhatian publik.
Masyarakat juga diimbau untuk mengedepankan verifikasi dan klarifikasi dari pihak terkait sebelum menarik kesimpulan terhadap suatu informasi yang beredar.
INDONESIA NEWS CHANEL
Media Informasi • Publikasi • Kontrol Sosial
Penulis: Irul Siregar







