Bogor – INDONESIA NEWS CHANEL // Komitmen Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Muda DPD Kabupaten Bogor dalam mencetak generasi muda yang kreatif dan mandiri kembali dibuktikan dengan partisipasi aktif mereka dalam kegiatan Pelatihan Entrepreneur Food yang digelar oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor.

Pelatihan yang berlangsung dari tanggal 4 hingga 8 Agustus 2025 di Bale Arimbi ini merupakan kegiatan pelatihan ke-8 yang diikuti LASQI Muda secara berturut-turut, sebagai bagian dari upaya sistematis dalam pembinaan jiwa kewirausahaan pemuda, khususnya di sektor kuliner atau foodpreneurship.
Para peserta mendapatkan materi dari para narasumber berpengalaman di bidangnya. Di antaranya:
-
Pemateri 1: Kak Karvin, menyampaikan Materi tentang Menyusun Proposal Bisnis Foodpreneur dan Mengetahui Sumber Modal Foodpreneur, memberikan bekal dasar namun krusial dalam membangun bisnis kuliner yang berkelanjutan.
-
Pemateri 4: Kang Rafiq dari KNPI Kabupaten Bogor, membawakan materi bertajuk “Strategi Membangun Usaha Kuliner Menuju Pasar Global”, yang memberikan wawasan penting dalam membidik pasar internasional di era digital.
-
Pemateri 5: Bapak Mohamad Muchlis, S.E., M.M., menjelaskan secara mendalam tentang “Menentukan Target Pasar melalui Bisnis Model Canvas”, sebuah pendekatan terstruktur untuk memahami segmentasi konsumen dan strategi pemasaran.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang pelatihan teknis, tetapi juga menjadi ruang pematangan pemahaman dan penguatan mental berwirausaha bagi anggota LASQI Muda.

Ketua DPD LASQI Kabupaten Bogor, Ajeng Umaroh, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Dispora Kabupaten Bogor serta seluruh anggota LASQI Muda yang telah konsisten dan antusias dalam mengikuti program pembinaan ini.
“Terima kasih kepada Dispora Kabupaten Bogor yang telah memberikan ruang, kesempatan, dan dukungan berkelanjutan kepada pemuda LASQI. Ini merupakan bentuk nyata dari kolaborasi positif antara pemerintah dan organisasi kepemudaan,” ungkap Ajeng.
Pelatihan Entrepreneur Food ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah dan organisasi kepemudaan seperti LASQI Muda mampu menciptakan ruang aktualisasi, membangun semangat kemandirian ekonomi, dan memperkuat karakter kewirausahaan berbasis kreativitas, seni, dan kearifan lokal.







