MOROTAI – INDONESIA NEWS CHANEL | Dalam rangka menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat menjelang Hari Raya Idul Adha 2026, Oikumene Morotai menegaskan komitmennya untuk terus mendukung terciptanya kondisi wilayah yang aman, damai, dan harmonis di Kabupaten Pulau Morotai.

Melalui Ketua Oikumene Morotai, Pdt Yulice Makasarat mengajak seluruh masyarakat, khususnya jemaat gereja, untuk tetap menjaga persatuan, memperkuat toleransi antarumat beragama, serta tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu provokatif maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya, terutama yang berkaitan dengan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Menurutnya, hubungan antarumat beragama di Kabupaten Pulau Morotai hingga saat ini masih berjalan harmonis dan penuh semangat persaudaraan. Karena itu, seluruh elemen masyarakat diminta bersama-sama menjaga situasi kondusif agar tidak terpengaruh oleh dinamika maupun konflik yang terjadi di luar daerah.

“Oikumene Morotai mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persaudaraan dan toleransi. Jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Pulau Morotai,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti persoalan peredaran minuman keras tradisional jenis cap tikus yang dinilai masih menjadi salah satu potensi gangguan sosial di tengah masyarakat. Untuk itu, Oikumene Morotai mendorong aparat terkait agar meningkatkan pengawasan serta penertiban terhadap produksi maupun peredaran minuman keras di wilayah Kabupaten Pulau Morotai.

“Tentunya kami berharap adanya pengawasan lebih serius terhadap peredaran miras, karena hal tersebut sering kali menjadi pemicu gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat,” tambahnya.

Terkait berbagai isu yang berkembang di media sosial maupun ruang publik, termasuk isu bernuansa SARA, Oikumene Morotai menegaskan akan terus mengedepankan pendekatan persuasif, edukatif, dan pastoral kepada masyarakat serta generasi muda agar tetap mengedepankan nilai persaudaraan dan kedamaian.

Sebagai bentuk kontribusi nyata, Oikumene Morotai juga menyatakan kesiapan untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh agama, serta seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan dini, penyampaian pesan damai, dan penguatan toleransi demi menjaga stabilitas wilayah.

Pihaknya meyakini bahwa keamanan dan kedamaian bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan semata, tetapi merupakan tanggung jawab bersama seluruh masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama, Oikumene Morotai berharap perayaan Hari Raya Idul Adha 2026 di Kabupaten Pulau Morotai dapat berlangsung aman, damai, penuh keberkahan, serta semakin memperkuat persatuan masyarakat di daerah tersebut. (oje)