MANDAILING NATAL — INDONESIA NEWS CHANEL I Turnamen sepak bola Kijang Putra Cup di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) diwarnai insiden dalam pertandingan Andini FC versus Pasar Bengkel FC, Minggu malam (9/8/2026), di Lapangan Kijang Putra.

Pertandingan tersebut sempat dihentikan oleh panitia setelah terjadi insiden di lapangan. Keputusan penghentian pertandingan kemudian menuai protes dari kedua tim.

Manajemen Pasar Bengkel FC menyampaikan sejumlah keberatan, terutama terkait aturan pemain pinjaman atau yang biasa disebut “bon-bonan”, serta keputusan penghentian pertandingan.

Pasar Bengkel FC Persoalkan Perubahan Aturan

Manajer Pasar Bengkel FC, Bang Putra, mengatakan pihaknya mempertanyakan perubahan ketentuan pemain pinjaman yang menurutnya disampaikan secara berbeda antara informasi sebelumnya dengan aturan saat pertandingan.

“Sabtu malam panitia menginformasikan melalui WhatsApp bahwa lima pemain pinjaman boleh diganti semua. Namun pada Minggu di lapangan, tiba-tiba hanya diperbolehkan tiga orang dengan alasan kuota. Ini jelas merugikan dan tidak konsisten,” ujar Bang Putra.

Menurutnya, aturan pertandingan semestinya disepakati dan disampaikan secara jelas kepada seluruh peserta agar tidak menimbulkan perbedaan penafsiran.

Persoalkan Penghentian Pertandingan

Keberatan berikutnya berkaitan dengan insiden pelemparan botol yang terjadi dalam pertandingan.

Bang Putra menjelaskan, tindakan tersebut dilakukan salah seorang pemain sebagai reaksi terhadap keputusan wasit. Ia menyebut botol tersebut tidak mengenai siapa pun dan pemain yang bersangkutan telah diberikan sanksi oleh pihak tim.

“Botol tidak mengenai siapa-siapa. Pemainnya sudah kami sanksi dan keluarkan. Wasit sendiri menyatakan laga masih bisa dilanjutkan. Namun panitia malah menghentikan pertandingan,” katanya.

Pihak Pasar Bengkel FC mempertanyakan dasar keputusan tersebut dan meminta agar seluruh keputusan pertandingan mengacu pada regulasi yang telah ditetapkan.

Pasar Bengkel FC Akan Ajukan Surat Keberatan ke Askab PSSI

Atas persoalan tersebut, manajemen Pasar Bengkel FC menyatakan akan melayangkan surat keberatan secara resmi kepada Askab PSSI Kabupaten Mandailing Natal.

“Kami tidak mempermasalahkan kalah atau menang. Kami meminta keadilan dan kepastian aturan. Sepak bola akar rumput di Madina harus menjadi contoh pembinaan, bukan menjadi preseden buruk karena keputusan sepihak,” ujar Bang Putra.

Askab PSSI Madina Siap Mengkaji dan Memediasi

Sekretaris Askab PSSI Kabupaten Mandailing Natal, Arif Munanda, saat dikonfirmasi Indonesia News Chanel melalui WhatsApp, mengatakan pihaknya belum menerima surat keberatan secara tertulis dari Pasar Bengkel FC.

“Untuk sementara kami belum menerima surat tertulis keberatan dari pihak Pasar Bengkel FC. Namun, saya sudah mendengar dan berkomunikasi melalui WhatsApp dengan pihak-pihak yang berkepentingan,” kata Arif.

Ia mengatakan Askab PSSI Madina akan mengkaji persoalan tersebut setelah surat keberatan resmi diterima. Pihaknya juga membuka kemungkinan melakukan mediasi guna mencari penyelesaian.

“Kami akan kaji lebih lanjut serta memediasi pihak-pihak yang berkepentingan untuk mendapatkan solusi. Hal itu akan kami tindak lanjuti setelah surat keberatan mereka masuk kepada kami,” ujarnya.

Arif menegaskan pentingnya menjunjung keadilan dan aturan dalam penyelenggaraan sepak bola.

“Kita harus menjunjung keadilan dan menegakkan aturan agar sepak bola, khususnya di Mandailing Natal, tidak ternodai. Semoga masalah tersebut dapat diselesaikan dengan baik dan memberikan solusi terbaik bagi semuanya,” katanya.

Panitia Belum Memberikan Klarifikasi

Hingga berita ini diterbitkan, Ketua Panitia Kijang Putra Cup belum memberikan keterangan resmi terkait keberatan mengenai perubahan aturan maupun keputusan penghentian pertandingan.

Redaksi Indonesia News Chanel masih berupaya menghubungi pihak panitia untuk memperoleh konfirmasi dan hak jawab atas persoalan tersebut.

Sementara itu, informasi mengenai respons warga dan penggunaan tagar #KijangPutraCupAdil di media sosial masih perlu diverifikasi lebih lanjut oleh redaksi sebelum dapat dipastikan sebagai fakta.

Penyelenggaraan turnamen sepak bola di tingkat daerah diharapkan tetap mengedepankan sportivitas, transparansi, konsistensi regulasi, serta penyelesaian setiap persoalan melalui mekanisme yang disepakati bersama.

(INC/Redaksi)