SINUNUKAN – INDONESIA NEWS CHANEL | Ruas jalan SP Pulo Padang–Sinunukan, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) kembali memakan korban. Kondisi jalan yang mengalami kerusakan dan dipenuhi lubang diduga menjadi salah satu faktor dalam kecelakaan yang terjadi pada Senin malam, 24 Agustus 2026.
Dalam insiden tersebut, dua pemuda dilaporkan terjatuh dan mengalami luka-luka setelah sepeda motor yang mereka kendarai mengalami kecelakaan di ruas jalan yang rusak. Salah seorang korban bahkan harus menjalani perawatan lebih lanjut di RSUP Dr. M. Djamil Padang karena mengalami luka serius di bagian kepala.
Detik-Detik Kecelakaan
Informasi yang dihimpun menyebutkan, Gunawan, warga Wonosari, dan Sukiat, warga Sinunukan I Central, tengah dalam perjalanan pulang menggunakan sepeda motor.
Saat melintasi ruas jalan yang kondisinya rusak, sepeda motor yang dikendarai Gunawan diduga kehilangan kendali setelah menghantam lubang. Gunawan kemudian terjatuh.
Sukiat yang berada di belakangnya diduga tidak sempat menghindar. Tabrakan pun terjadi hingga kedua pemuda tersebut terjatuh dan mengalami luka-luka.
Kondisi jalan yang minim penerangan pada malam hari disebut turut menyulitkan pengendara untuk melihat lubang dan kerusakan badan jalan.
Satu Korban Dirujuk ke Padang
Kedua korban kemudian dibawa ke Klinik Pratama dr. Reny untuk mendapatkan pertolongan medis.
Namun, karena kondisi Gunawan dinilai cukup serius, khususnya akibat luka pada bagian kepala, korban akhirnya harus dirujuk ke RSUP Dr. M. Djamil Padang menggunakan ambulans Klinik Pratama dr. Reny.
Penanganan lanjutan diperlukan karena fasilitas dan tenaga medis di tingkat klinik dinilai belum memadai untuk menangani kondisi korban yang membutuhkan perawatan lebih lanjut.
Sementara itu, Kapos Lantas Aiptu M. Solly Harahap membenarkan adanya peristiwa kecelakaan tersebut.
Warga Pertanyakan Kondisi Jalan
Kecelakaan ini kembali memunculkan keluhan masyarakat terkait kondisi ruas SP Pulo Padang–Sinunukan yang disebut telah mengalami kerusakan dalam waktu cukup lama.
Warga mengaku khawatir karena jalan tersebut merupakan akses yang digunakan masyarakat setiap hari, sementara sejumlah titik mengalami kerusakan dan berlubang.
“Ini jalan provinsi. Dipakai masyarakat setiap hari, tetapi kondisinya seperti kubangan. Kami khawatir semakin banyak korban kalau tidak segera diperbaiki.”
Bagi masyarakat, persoalan jalan rusak bukan semata-mata menyangkut kenyamanan berkendara, tetapi juga berkaitan langsung dengan keselamatan dan keselamatan jiwa pengguna jalan.
Lubang yang tidak terlihat pada malam hari dapat menjadi ancaman serius, khususnya bagi pengendara sepeda motor.
Warga Minta Pemerintah Segera Bertindak
Masyarakat berharap pemerintah dan instansi terkait tidak menunggu hingga semakin banyak korban berjatuhan untuk mengambil langkah perbaikan.
Mereka meminta dilakukan penanganan segera terhadap titik-titik jalan yang rusak, termasuk pemasangan rambu atau tanda peringatan pada lokasi yang membahayakan pengguna jalan.
“Yang kami butuhkan bukan sekadar imbauan agar berhati-hati. Kami membutuhkan jalan yang aman untuk dilalui,” ujar warga.
Kecelakaan tersebut kembali menjadi pengingat bahwa kondisi infrastruktur jalan memiliki dampak langsung terhadap keselamatan masyarakat.
Pertanyaan warga kini sederhana: sampai kapan masyarakat harus menjadi korban sebelum ruas jalan SP Pulo Padang–Sinunukan benar-benar diperbaiki?
ASPAL, BUKAN JANJI. KESELAMATAN MASYARAKAT HARUS MENJADI PRIORITAS.







