CIBINONG, INDONESIA NEWS CHANEL — Sabtu, 29 Agustus 2026 — Kabupaten Bogor semakin menunjukkan daya tariknya sebagai salah satu daerah tujuan investasi utama di Jawa Barat. Hingga Semester I 2026, realisasi investasi di Kabupaten Bogor mencapai Rp13,72 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 25.502 orang.

Capaian tersebut menempatkan Kabupaten Bogor di peringkat ketiga realisasi investasi dan peringkat kedua penyerapan tenaga kerja di Jawa Barat.

Angka tersebut menjadi indikator bahwa aktivitas investasi di Kabupaten Bogor mulai memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, capaian investasi tidak semata-mata harus dipandang sebagai angka ekonomi, tetapi juga sebagai bentuk kepercayaan dunia usaha terhadap Kabupaten Bogor.

“Investasi pada dasarnya adalah salah satu bentuk kepercayaan. Karena itu, kepercayaan ini harus kita jaga dengan terus memperbaiki pelayanan, memperkuat infrastruktur dan konektivitas, serta memberikan kemudahan dan kepastian dalam berusaha,” ujar Rudy.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Bogor akan terus mendorong terciptanya iklim investasi yang kondusif. Pemerintah daerah, kata Rudy, harus memastikan dunia usaha memperoleh lingkungan yang mendukung agar kegiatan investasi dapat berjalan secara optimal.

“Kita ingin investasi yang masuk ke Kabupaten Bogor tidak berhenti pada nilai investasi saja. Yang paling penting adalah bagaimana investasi itu membuka lapangan pekerjaan dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Realisasi Triwulan II Capai Rp6,59 Triliun

Pada Triwulan II 2026, realisasi investasi Kabupaten Bogor tercatat mencapai Rp6,59 triliun. Investasi tersebut berasal dari 3.070 perusahaan dengan 8.872 proyek dan menyerap 12.509 tenaga kerja.

Dari jumlah tersebut, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp4,75 triliun, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp1,84 triliun.

Rudy menegaskan, pemerintah daerah tidak boleh cepat berpuas diri atas capaian tersebut. Sebaliknya, peningkatan investasi harus menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menjaga kepercayaan investor yang telah berinvestasi maupun menarik investasi baru.

“Rp13,72 triliun bukan garis akhir. Ini adalah kepercayaan yang harus kita jawab dengan kerja yang lebih baik. Pelayanan harus semakin cepat, perizinan semakin sederhana, infrastruktur semakin baik, dan konektivitas semakin kuat,” tegasnya.

Perumahan dan Kawasan Industri Jadi Sektor Terbesar

Realisasi investasi Kabupaten Bogor pada Triwulan II 2026 tersebar di berbagai sektor. Sektor Perumahan dan Kawasan Industri menjadi penyumbang investasi terbesar dengan nilai mencapai Rp2,76 triliun.

Selanjutnya, Sektor Jasa Lainnya mencapai Rp1,07 triliun, Transportasi, Gudang dan Telekomunikasi sebesar Rp605,52 miliar, Industri Makanan Rp338,47 miliar, serta Perdagangan dan Reparasi sebesar Rp293,42 miliar.

Dari sisi penyerapan tenaga kerja, Industri Kimia dan Farmasi menjadi sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar, yakni sebanyak 1.904 orang.

Kemudian Perdagangan dan Reparasi menyerap 1.753 orang, disusul Industri Logam, Mesin dan Elektronika sebanyak 1.631 orang.

Menurut Rudy, keberagaman sektor investasi menjadi modal penting dalam memperkuat struktur perekonomian Kabupaten Bogor. Aktivitas industri, perdagangan, jasa, transportasi, kawasan perumahan, dan berbagai sektor lainnya dinilai dapat saling menggerakkan perekonomian daerah.

“Ukuran keberhasilan investasi bukan hanya berapa rupiah yang masuk ke Kabupaten Bogor, tetapi berapa banyak masyarakat yang memperoleh kesempatan untuk tumbuh bersama investasi tersebut,” ungkapnya.

Karena itu, peningkatan investasi harus berjalan beriringan dengan penciptaan lapangan pekerjaan, penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta peningkatan pendapatan masyarakat.

Dengan capaian investasi Semester I 2026 tersebut, Kabupaten Bogor memiliki modal kuat untuk mempertahankan momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu motor penggerak perekonomian Jawa Barat.

“Kita bersyukur atas kepercayaan yang diberikan dunia usaha. Tetapi pekerjaan kita belum selesai. Momentum ini harus kita jaga dan terus kita tingkatkan agar pertumbuhan ekonomi semakin dirasakan masyarakat Kabupaten Bogor,” pungkas Rudy.