DEPOK – INDONESIA NEWS CHANEL – Persatuan Wartawan Online Independen (PWOIN) Kota Depok sukses menggelar diskusi yang dirangkai dalam kegiatan Halal Bihalal pada 15 April 2026 di Gedung Perpustakaan dan Arsip Kota Depok. Kegiatan ini menjadi momentum penting, tidak hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi juga forum strategis dalam memperkuat peran wartawan mengawal pembangunan daerah secara profesional, independen, dan berintegritas.

Diskusi yang dipandu Mulyadi Pranowo tersebut mengangkat tema “Mengawal dan Membantu Mewujudkan Janji Wali Kota Depok”. Dalam forum itu ditegaskan bahwa kinerja Wali Kota tidak hanya perlu didukung, tetapi juga harus terbuka untuk dikritisi secara konstruktif sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial pers. Tema ini dinilai relevan sebagai bentuk kontribusi nyata insan pers dalam memastikan program pemerintah berjalan sesuai harapan masyarakat, serta tetap berada dalam koridor transparansi dan akuntabilitas publik.

Perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Depok, Adnan, yang hadir mewakili Kepala BPN Kota Depok Budi Jaya, menyampaikan kesiapan institusinya dalam mendukung realisasi program pemerintah daerah sesuai tugas dan fungsi. Dukungan tersebut meliputi penyelesaian aset Pemerintah Kota Depok, pengadaan tanah untuk kepentingan umum seperti pembangunan infrastruktur jalan, hingga percepatan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang telah berjalan sejak Februari 2021.

Ia juga menegaskan bahwa BPN Kota Depok membuka ruang kolaborasi dengan PWOIN dalam mendorong percepatan pembangunan, khususnya di sektor pertanahan dan pelayanan publik.

Sementara itu, Ketua PWOIN Pusat, Harun, menekankan pentingnya profesionalisme wartawan melalui peningkatan kapasitas dan kompetensi. Ia mendorong seluruh anggota PWOIN untuk mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sebagai standar kualitas kerja jurnalistik yang diakui secara nasional.

“Wartawan memiliki tanggung jawab moral untuk mengawal janji Wali Kota agar terealisasi sesuai target yang telah ditetapkan. Selain itu, perlindungan terhadap profesi jurnalis harus diperkuat melalui peran Lembaga Bantuan Hukum (LBH),” ujarnya.

Harun juga menegaskan bahwa tidak boleh ada diskriminasi terhadap wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik. “Pemerintah tidak boleh membeda-bedakan wartawan. Semua harus diperlakukan sama tanpa melihat latar belakang organisasi,” tegasnya.

Pandangan lain disampaikan Darius Lekalau dari Ikatan Sarjana Katolik (ISKA) Kota Depok. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk memberikan ruang dan waktu kepada Wali Kota dalam merealisasikan program kerja. Menurutnya, masa satu tahun kepemimpinan masih terlalu dini untuk menilai capaian secara menyeluruh, sehingga evaluasi idealnya dilakukan secara bertahap hingga tahun ketiga masa jabatan.

Pemimpin Redaksi Jayantara News, Agus Cepi Kurniadi, turut menegaskan pentingnya menjaga integritas dalam menjalankan tugas jurnalistik. Ia mengingatkan agar wartawan tetap berpegang pada prinsip objektivitas, keberimbangan, serta menjunjung tinggi kode etik jurnalistik.

“Tidak boleh ada kriminalisasi terhadap wartawan. Pers adalah pilar demokrasi yang harus dijaga dan dilindungi,” tegasnya.

Di penghujung kegiatan, Sekretaris Jenderal PWOIN, Binsar Siagian, mengajak seluruh wartawan di Kota Depok untuk bersatu dalam mendukung pembangunan daerah tanpa diskriminasi. Ia menegaskan bahwa Wali Kota adalah pemimpin bagi seluruh masyarakat, sehingga peran wartawan harus mencerminkan semangat kebersamaan dan pluralisme.

Hadir pula Ketua DPC PWOIN Kabupaten Bogor, Rachman, yang menegaskan pentingnya peran strategis media di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, wartawan tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga penjaga kualitas demokrasi dan keterbukaan informasi publik.

“Halal bihalal ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga momentum refleksi untuk memperkuat komitmen sebagai wartawan profesional. Kita harus menjaga integritas, menjunjung tinggi kode etik jurnalistik, serta tetap independen dalam menyajikan informasi yang akurat dan berimbang,” ungkapnya.

Rachman menambahkan, profesionalisme wartawan harus diiringi tanggung jawab moral kepada masyarakat. Media memiliki peran vital dalam mengawal kebijakan publik, menyuarakan kepentingan rakyat, serta menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan.

“Kepercayaan masyarakat adalah modal utama. Jika itu hilang, maka hilang pula fungsi pers sebagai pilar keempat demokrasi. Karena itu, profesionalisme dan integritas harus menjadi komitmen bersama,” tegasnya.

Melalui momentum Halal Bihalal ini, PWOIN diharapkan semakin memperkuat sinergi antara media, pemerintah, dan masyarakat dalam mendorong pembangunan Kota Depok yang lebih maju, transparan, dan inklusif.

Penulis: Wahyu Saputro