CITEUREUP — INDONESIA NEWS CHANEL — Rabu, 30 September 2026 — Bupati Bogor Rudy Susmanto mengajak 27 perusahaan yang beroperasi di sekitar kawasan Sungai Cileungsi untuk bersama-sama memperbaiki pengelolaan lingkungan, khususnya dalam upaya mencegah dan mengendalikan pencemaran sungai.
Rudy menegaskan, persoalan pencemaran Sungai Cileungsi tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan penindakan. Pemerintah daerah dan dunia usaha perlu membangun kolaborasi untuk mengidentifikasi persoalan di lapangan sekaligus mencari solusi yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Hal tersebut disampaikan Rudy saat bertemu dengan perwakilan 27 perusahaan dalam pembahasan penanganan dan pengendalian pencemaran air Sungai Cileungsi di Guest House Indocement, Citeureup, Rabu (30/9/2026).

“Kalau di sini hadir 27 perusahaan, maka kami berharap ada satu koordinator yang disiapkan supaya bisa berkomunikasi langsung dengan Pemerintah Kabupaten Bogor. Apakah dari APINDO atau dari forum tersendiri, silakan disepakati,” ujar Rudy.
Menurutnya, keberadaan koordinator diperlukan untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan perusahaan. Koordinator tersebut juga diharapkan dapat membantu menginventarisasi berbagai persoalan lingkungan yang dihadapi masing-masing perusahaan.
Rudy mengatakan, Pemerintah Kabupaten Bogor telah melakukan inventarisasi terhadap sejumlah perusahaan yang berada di kawasan Sungai Cileungsi. Berdasarkan hasil pemantauan, masih terdapat perusahaan yang perlu melakukan pembenahan, baik dalam pengelolaan lingkungan maupun kelengkapan perizinan.
“Saya melihat secara langsung beberapa pipa yang tadi diceritakan. Tetapi hal ini belum kami sampaikan kepada pimpinan-pimpinan yang lain karena kami melihat perusahaan-perusahaan ini punya iktikad baik, punya semangat yang sama, hanya melangkahnya harus mulai dari mana,” katanya.
Pemkab Bogor Siap Dampingi Perusahaan
Rudy menegaskan, Pemerintah Kabupaten Bogor membuka ruang pendampingan bagi perusahaan untuk mengidentifikasi persoalan sekaligus menentukan langkah perbaikan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Ia meminta perusahaan terbuka terhadap kondisi di lapangan agar upaya pembenahan lingkungan benar-benar menghasilkan solusi, bukan hanya sebatas komunikasi publik.
“Kalau ada yang belum sesuai, ayo dibenahi bareng-bareng. Lebih baik kita membenahi daripada kita hanya terlihat baik di hadapan media tapi enggak memberikan solusi apa-apa,” tegas Rudy.
Menurut Rudy, kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas lingkungan di kawasan Sungai Cileungsi. Karena itu, ia berharap 27 perusahaan yang hadir dapat menyatukan komitmen dan menyusun langkah konkret dalam menangani persoalan pencemaran sungai.
Pemerintah Kabupaten Bogor, lanjutnya, akan mendorong komunikasi dan koordinasi agar setiap persoalan yang ditemukan dapat ditindaklanjuti sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.
Langkah tersebut diharapkan tidak hanya menyelesaikan persoalan pada titik tertentu, tetapi juga mendorong perbaikan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan di sepanjang kawasan Sungai Cileungsi.
(Redaksi Indonesia News Chanel)







