Ade Batu Bara Desak Bupati Evaluasi Kadisdik Madina Terkait Pelaksanaan Revitalisasi Sekola
PANYABUNGAN — INDONESIA NEWS CHANEL — Rabu, 30 September 2026 — Pelaksanaan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan di Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menuai sorotan. Aktivis Ade Batu Bara mendesak Bupati Mandailing Natal melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) terkait pelaksanaan program tersebut.
Ade menilai pelaksanaan revitalisasi di sejumlah sekolah masih menyisakan persoalan, mulai dari dugaan minimnya keterlibatan masyarakat lokal, keberadaan papan informasi proyek, hingga mekanisme pelaksanaan yang disebut tidak sesuai dengan konsep swakelola.
“Untuk apa ada Kadisdik kalau pelaksanaan revitalisasi sekolah saja tidak mampu dikondisikan dengan baik? Di atas kertas disebut swakelola, tetapi di lapangan kami menemukan dugaan pekerjaan diborongkan. Tukang dan pekerja disebut berasal dari luar daerah, sementara masyarakat lokal tidak dilibatkan,” ujar Ade kepada Indonesia News Chanel, Rabu (30/9/2026).

Soroti SMPN 1 Singkuang dan Sejumlah Sekolah di Sinunukan
Ade mengungkapkan, berdasarkan informasi yang diperolehnya di lapangan, pekerjaan revitalisasi di SMPN 1 Singkuang diduga melibatkan pekerja yang berasal dari luar wilayah.
Ia juga menyoroti sejumlah sekolah di Kecamatan Sinunukan yang menurut keterangannya belum memasang papan informasi kegiatan. Ade menyebut SDN Sinunukan 3 sebagai salah satu sekolah yang telah memasang papan informasi.
Namun, berbagai informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi dari pihak sekolah, pengelola program maupun Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal.
Menurut Ade, apabila program dilaksanakan dengan mekanisme swakelola, keterlibatan masyarakat sekitar seharusnya menjadi bagian penting dalam pelaksanaannya sesuai ketentuan teknis yang berlaku.
“Kalau benar seluruh pekerja didatangkan dari luar, perlu dijelaskan bagaimana mekanisme swakelolanya dan sejauh mana masyarakat lokal dilibatkan. Jangan sampai program yang seharusnya memberdayakan masyarakat justru pelaksanaannya tidak transparan,” tegasnya.

Minta Dugaan Pengarahan Paket Diverifikasi
Selain persoalan tenaga kerja dan papan informasi, Ade juga menyampaikan adanya informasi dari pekerja di lapangan mengenai dugaan pihak tertentu yang mengarahkan pelaksanaan pekerjaan revitalisasi kepada pihak tertentu.
Ia meminta informasi tersebut tidak dibiarkan menjadi isu tanpa pemeriksaan. Menurutnya, aparat penegak hukum dapat melakukan klarifikasi apabila ditemukan indikasi pelanggaran dalam pelaksanaan program.
“Kami meminta APH turun apabila memang terdapat indikasi pelanggaran. Periksa mekanisme pelaksanaan, P2SP, penggunaan anggaran, serta pihak-pihak yang terlibat. Kalau ada dugaan pengarahan pekerjaan kepada pihak tertentu, semuanya harus dibuktikan secara terang,” kata Ade.
Ade menegaskan, pernyataannya tersebut merupakan dorongan agar pelaksanaan program revitalisasi sekolah berjalan transparan, sesuai ketentuan, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Desak Evaluasi Kinerja Kadisdik
Ade kemudian meminta Bupati Mandailing Natal mengevaluasi kinerja Kadisdik, khususnya dalam pengawasan pelaksanaan revitalisasi sekolah.
Ia meminta beberapa hal menjadi perhatian, antara lain:
- Memastikan papan informasi kegiatan tersedia sesuai ketentuan;
- Memastikan mekanisme swakelola dilaksanakan sesuai petunjuk teknis;
- Mendorong keterlibatan masyarakat lokal sepanjang sesuai ketentuan;
- Memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan;
- Membuka informasi mengenai mekanisme penggunaan dan pertanggungjawaban anggaran.
“Kalau memang pengawasan tidak berjalan, Bupati harus mengevaluasi kinerja Kadisdik. Program revitalisasi sekolah adalah program untuk kepentingan pendidikan dan anak-anak Madina. Jangan sampai pelaksanaannya menimbulkan persoalan baru,” ujarnya.
Ade juga meminta masyarakat tidak langsung menyimpulkan adanya tindak pidana sebelum terdapat hasil pemeriksaan dari lembaga yang berwenang.
“Kalau memang ada dugaan penyimpangan, biarkan APH melakukan pemeriksaan berdasarkan bukti. Yang penting semua pihak terbuka dan bertanggung jawab,” pungkasnya.

Kadisdik Madina Belum Berikan Klarifikasi
Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mandailing Natal belum berhasil dikonfirmasi terkait sejumlah tudingan dan informasi yang disampaikan Ade Batu Bara.
Penulis: Irul Sidecar
Editor: Redaksi Indonesia News Chanel







