BOGOR – INDONESIA NEWS CHANEL – Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Sastra Winara, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor untuk memperkuat kolaborasi dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam membangun program sumur bor sebagai langkah antisipasi menghadapi krisis air bersih yang diperkirakan mencapai puncaknya pada musim kemarau tahun 2026.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul prediksi bahwa puncak kekeringan akan terjadi pada Agustus 2026, sehingga diperlukan langkah cepat dan terukur guna memastikan kebutuhan air bersih masyarakat tetap terpenuhi, khususnya di wilayah-wilayah yang rawan mengalami kekeringan.
“Ini menjadi kesempatan kita untuk bagaimana bisa berkolaborasi dengan TNI supaya pasokan air di daerah-daerah yang mengalami kekeringan bisa ditangani,” ujar Sastra Winara, Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, keterlibatan TNI dalam pembangunan sumur bor telah terbukti mampu membantu masyarakat di berbagai daerah yang mengalami keterbatasan akses air bersih. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dinilai menjadi solusi strategis untuk mempercepat penyediaan sumber air di wilayah terdampak.
Sastra menambahkan, DPRD Kabupaten Bogor telah melakukan koordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor terkait kondisi kekeringan yang mulai melanda sejumlah kecamatan. Dari hasil koordinasi tersebut, pemerintah daerah diminta segera memetakan daerah-daerah yang berpotensi mengalami krisis air bersih agar langkah penanganan dapat dilakukan lebih dini.
Ia berharap, selain pendistribusian air bersih melalui mobil tangki, pembangunan sumur bor dapat menjadi solusi jangka panjang bagi masyarakat, sehingga tidak selalu bergantung pada bantuan air bersih saat musim kemarau tiba.
DPRD Kabupaten Bogor juga mendorong seluruh perangkat daerah terkait untuk meningkatkan koordinasi dalam upaya mitigasi bencana kekeringan, mulai dari pemetaan wilayah rawan, penyediaan sarana air bersih, hingga edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan air secara bijak selama musim kemarau.
Dengan sinergi antara Pemkab Bogor, TNI, BPBD, serta seluruh pemangku kepentingan, diharapkan dampak kekeringan yang diprediksi terjadi pada Agustus 2026 dapat diminimalkan, sehingga kebutuhan air bersih masyarakat tetap terjaga.
(Red/Indonesia News Chanel)







