JAKARTA – INDONESIA NEWS CHANEL – Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Dudung Abdurachman, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sebagai modal utama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Dalam pesannya, Dudung menegaskan bahwa Indonesia lahir dari perjuangan panjang para pendiri bangsa yang penuh pengorbanan, semangat persatuan, dan tekad yang tidak pernah padam dalam menghadapi berbagai tantangan serta ancaman perpecahan.
Menurutnya, perjalanan sejarah telah membuktikan bahwa Indonesia mampu melewati berbagai konflik dan ujian karena memiliki fondasi kebangsaan yang kokoh, yakni semangat Bhinneka Tunggal Ika yang mengajarkan bahwa keberagaman merupakan kekuatan untuk bersatu, bukan alasan untuk saling memecah belah.
“Bangsa ini lahir dari perjuangan panjang, pengorbanan, dan semangat para pendiri bangsa yang tidak pernah menyerah menghadapi berbagai tantangan dan perpecahan. Sejarah mengajarkan bahwa Indonesia mampu melewati berbagai konflik dan ujian karena memiliki fondasi yang kuat, yaitu Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Dudung.
Ia juga mengingatkan bahwa kehidupan demokrasi harus terus dijaga dengan menjunjung tinggi etika, saling menghormati, serta mengedepankan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Menurut Dudung, kritik terhadap pemerintah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem demokrasi. Namun, kritik hendaknya disampaikan secara bertanggung jawab, berdasarkan fakta, serta tidak disertai fitnah, provokasi, maupun upaya mengadu domba yang berpotensi memecah persatuan nasional.
“Perbedaan adalah kekuatan, bukan alasan untuk terpecah. Kritik adalah bagian dari demokrasi, namun harus disampaikan secara bertanggung jawab, tanpa fitnah, provokasi, dan adu domba yang dapat merusak persaudaraan kebangsaan,” tegasnya.
Dudung mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus merapatkan barisan, memperkuat rasa persaudaraan, serta bergotong royong membangun bangsa demi terwujudnya Indonesia yang adil, makmur, berdaulat, dan bermartabat.
Ia menilai keberhasilan pembangunan nasional tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh komponen bangsa dalam menjaga stabilitas, persatuan, serta semangat kebangsaan.
Dengan semangat persatuan dan nilai-nilai kebhinekaan, Dudung optimistis Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan global dan melangkah menuju visi besar Indonesia Emas 2045, yakni menjadi negara maju, berdaya saing, dan sejahtera.
(Redaksi INDONESIA NEWS CHANEL)







