BABAKAN MADANG – INDONESIA NEWS CHANEL — Pemerintah Kabupaten Bogor bergerak cepat menangani bencana pergerakan tanah yang terjadi di Kampung Cimangurang, Desa Cijayanti, Kecamatan Babakan Madang. Melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), penanganan dilakukan kurang dari dua jam setelah laporan diterima.
Berdasarkan informasi dari BPBD Kabupaten Bogor, laporan kejadian diterima pada Senin (20/4) sekitar pukul 10.00 WIB. Tim TRC langsung bergerak menuju lokasi dan tiba pukul 11.30 WIB untuk melakukan asesmen serta penanganan awal di lapangan.

Pergerakan tanah dipicu oleh tingginya curah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir. Retakan tanah mulai terdeteksi sejak Kamis (16/4) dan mengalami pergeseran signifikan pada Minggu (19/4) malam sekitar pukul 22.00 WIB. Panjang retakan mencapai kurang lebih 100 meter, dengan pergerakan tanah dari titik mahkota hingga bagian bawah lereng sekitar 50 meter.
Dampak dari kejadian tersebut mengakibatkan tujuh unit rumah warga terdampak, terdiri dari empat rumah rusak berat dan tiga rumah rusak sedang. Kerusakan meliputi bagian dinding, lantai, hingga atap bangunan.
Sebagai langkah tanggap darurat, BPBD Kabupaten Bogor bersama aparat desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Taruna Siaga Bencana (TAGANA), serta masyarakat setempat langsung melakukan evakuasi. Sebanyak sembilan kepala keluarga atau 28 jiwa telah dipindahkan ke rumah kontrakan yang dinilai lebih aman.
“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Seluruh penghuni rumah terdampak sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman, dan kami terus memantau kondisi di lapangan,” ujar petugas TRC BPBD di lokasi.
Selain proses evakuasi, tim gabungan juga melakukan koordinasi lintas sektor, analisis kondisi tanah, serta memberikan edukasi kebencanaan kepada warga guna mengantisipasi potensi pergerakan lanjutan.
Hingga saat ini, kondisi di lokasi masih berpotensi mengalami pergeseran tanah susulan, ditandai dengan adanya suara pergerakan pada struktur bangunan. Oleh karena itu, rumah-rumah yang terdampak dinyatakan tidak layak huni.
Pemerintah Kabupaten Bogor juga telah mengidentifikasi kebutuhan mendesak bagi warga terdampak, termasuk bantuan logistik tanggap darurat serta rencana relokasi ke lokasi yang lebih aman.
Langkah cepat ini menunjukkan komitmen Pemerintah Kabupaten Bogor dalam memberikan perlindungan dan pelayanan maksimal kepada masyarakat, khususnya dalam menghadapi situasi darurat bencana.







