BOGOR – INDONESIA NEWS CHANEL// Sebagai bentuk komitmen dalam pengembangan potensi generasi muda, perwakilan dari Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Kabupaten Bogor turut ambil bagian dalam kegiatan Pelatihan Kewirausahaan Bisnis Online Pemuda Angkatan I yang diselenggarakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor. Kegiatan tersebut berlangsung selama empat hari, mulai 18 hingga 21 Juni 2025, bertempat di Hotel Grand Pesona, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.

Pelatihan ini diikuti oleh sejumlah pemuda dari berbagai organisasi kepemudaan, termasuk para perwakilan muda LASQI dari 40 kecamatan se-Kabupaten Bogor. Kehadiran mereka menjadi bukti bahwa LASQI di bawah kepemimpinan Ajeng Umaroh tidak hanya fokus pada pelestarian seni qasidah dalam bentuk tradisional, tetapi juga aktif mendorong pengembangan potensi dan kemandirian ekonomi generasi muda di tengah era digital.

Ajeng Umaroh, Ketua DPD LASQI Kabupaten Bogor, menegaskan bahwa LASQI saat ini tidak hanya menjadi wadah bagi seniman dan pelaku seni dewasa, melainkan juga terus mendorong pembinaan generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Menurutnya, pelatihan kewirausahaan berbasis digital seperti ini sangat penting dalam mencetak kader muda yang kreatif, produktif, dan berdaya saing tinggi.

> “Kami di LASQI Kabupaten Bogor melihat pentingnya peran anak muda dalam menjaga keberlanjutan seni qasidah, namun bukan hanya dari sisi kebudayaan, tetapi juga dari sisi kemandirian dan inovasi ekonomi. Pelatihan seperti ini menjadi peluang emas untuk menggabungkan nilai-nilai tradisional dengan strategi bisnis modern,” ujar Ajeng Umaroh di sela-sela kegiatan.

 

Lebih lanjut, Ajeng menyampaikan bahwa pihaknya terus menggali potensi kader-kader muda dan aktif menjalin kemitraan strategis dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, guna memperluas jangkauan program-program pembinaan dan pemberdayaan. LASQI pun secara aktif menjadikan program pemerintah yang bersifat bermanfaat sebagai bagian dari agenda sinergis organisasi.

> “Kami tidak berdiri sendiri. Semua langkah LASQI dibangun melalui kolaborasi dan sinergi. Kami yakin bahwa kemitraan dengan pemerintah, khususnya Dispora, menjadi kunci dalam membuka peluang bagi kader muda untuk berkembang,” imbuhnya.

 

Saat ini, LASQI Kabupaten Bogor telah memiliki 40 kepengurusan tingkat kecamatan (DPK) yang dipimpin oleh para ketua-ketua kecamatan yang dinilai tangguh dan berdedikasi tinggi terhadap seni dan pembangunan karakter generasi muda. Mereka tidak hanya fokus dalam pembinaan seni musik Islami, tetapi juga aktif dalam kegiatan sosial, edukatif, dan pelatihan yang berorientasi pada kemandirian dan profesionalisme.

Kegiatan pelatihan kewirausahaan ini sendiri berisi sejumlah materi penting seperti strategi pemasaran online, manajemen bisnis digital, pengembangan produk UMKM, serta simulasi penggunaan platform e-commerce dan media sosial sebagai sarana promosi. Para peserta diberikan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan praktisi bisnis muda yang telah sukses di bidang digital entrepreneurship.

Ajeng berharap para peserta pelatihan dari unsur LASQI dapat menularkan ilmu dan semangat yang mereka dapatkan selama pelatihan ke lingkungan DPK masing-masing, sehingga dampaknya bisa menjangkau lebih luas dan merata di seluruh wilayah Kabupaten Bogor.

> “Kami ingin menjadikan LASQI sebagai organisasi yang tidak hanya menjaga nilai-nilai seni dan religiusitas, tapi juga mampu menjawab tantangan zaman. Salah satunya melalui ekonomi kreatif dan digital,” tegasnya.

 

Dengan semangat sinergi, LASQI Kabupaten Bogor terus menunjukkan eksistensinya sebagai organisasi seni Islami yang progresif dan adaptif. Kolaborasi aktif dengan pemerintah daerah menjadi salah satu pilar utama untuk menciptakan generasi muda yang beriman, berkarya, dan mandiri secara ekonomi.