JAKARTA — INDONESIA NEWS CHANEL** — Ketua Umum Forum Koordinasi Penegak Hukum (Forkogakum), Dr. Tasrif M. Saleh, S.H., M.H., mendukung visi “Polisi Bersama Masyarakat” yang disebut sebagai arah baru transformasi Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Ia menilai, kemitraan yang setara antara polisi dan masyarakat menjadi kunci membangun keamanan sekaligus memulihkan kepercayaan publik.
Dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (11/10/2026), Tasrif menegaskan bahwa hubungan polisi dan masyarakat tidak boleh lagi dibatasi oleh jarak komunikasi maupun pendekatan yang semata-mata berorientasi pada prosedur.
“Polisi Bersama Masyarakat merupakan pergeseran paradigma yang penting. Polisi dan masyarakat harus menjadi mitra sejajar dalam menciptakan keamanan dan ketertiban,” ujar Tasrif.
Menurut akademisi Universitas Jayabaya Jakarta tersebut, keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan hasil kolaborasi antara negara dan masyarakat. Karena itu, kepercayaan publik, partisipasi warga, serta keterlibatan masyarakat di tingkat akar rumput perlu menjadi kekuatan utama dalam pemeliharaan keamanan.
### Perkuat Bhabinkamtibmas hingga Tingkat Desa
Tasrif menilai, visi tersebut harus diwujudkan melalui langkah konkret, terutama dengan memperkuat Pemolisian Masyarakat (Polmas), peran Bhabinkamtibmas, dan Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM).
Ia mendorong penguatan kehadiran Bhabinkamtibmas di tingkat desa agar masyarakat lebih mudah memperoleh pelayanan, menyampaikan persoalan, dan mencari penyelesaian konflik secara tepat.
“Masyarakat tidak membaca dokumen atau pidato di podium. Warga merasakan langsung kehadiran polisi di loket pelayanan, di jalan raya, dan di ruang musyawarah desa,” katanya.
Menurut Tasrif, Bhabinkamtibmas perlu dibekali kemampuan komunikasi humanis dan mediasi agar dapat membantu menyelesaikan persoalan sosial yang memenuhi syarat melalui pendekatan keadilan restoratif (*restorative justice*), sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Ia juga menilai Peraturan Kepolisian Nomor 1 Tahun 2021 tentang Pemolisian Masyarakat dapat menjadi salah satu landasan dalam memperkuat kemitraan polisi dan warga.
### Integritas dan Pengawasan Publik Harus Diperkuat
Selain kedekatan dengan masyarakat, Tasrif menekankan pentingnya integritas aparat dan keterbukaan terhadap pengawasan publik. Menurutnya, kepercayaan masyarakat akan sulit dipertahankan apabila masih ditemukan penyalahgunaan wewenang, pemerasan, kekerasan, suap, atau rekayasa perkara.
“Kehadiran polisi yang dekat baru memiliki nilai jika ditopang oleh integritas. Satu tindakan pemerasan atau kekerasan dapat menghapus kepercayaan yang dibangun melalui banyak kegiatan bersama warga,” tegasnya.
Ia menyambut baik komitmen terhadap evaluasi dan koreksi sejak dini. Namun, menurut Tasrif, komitmen tersebut perlu dibuktikan melalui pelayanan yang profesional, transparan, dan akuntabel, serta penanganan setiap pelanggaran sesuai ketentuan hukum.
### Keamanan Kondusif Dukung Pembangunan Nasional
Tasrif juga mengaitkan terciptanya keamanan dan ketertiban masyarakat dengan pelaksanaan agenda pembangunan nasional, termasuk program swasembada pangan dan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurutnya, program pemerintah membutuhkan lingkungan yang aman, tertib, dan partisipatif. Oleh karena itu, sinergi antara Polri dan masyarakat dinilai penting untuk menjaga stabilitas sosial sekaligus mendukung pelaksanaan program pembangunan.
Forkogakum, lanjut Tasrif, menyatakan kesiapan untuk bermitra dengan Polri dalam mendorong terwujudnya hubungan yang lebih terbuka dan konstruktif antara aparat penegak hukum dan masyarakat.
“Polri yang kuat bukan karena ditakuti, melainkan karena dipercaya. Kami di Forkogakum siap mengawal dan bermitra dengan Polri agar semangat ‘Polisi Bersama Masyarakat’ dapat dirasakan manfaatnya secara nyata oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
**Penulis: Tim Redaksi Indonesia News Chanel**







