BOGOR, INDONESIA NEWS CHANEL — Kepemudaan Lembaga Seni dan Qasidah Indonesia (LASQI) Kabupaten Bogor mengikuti Pelatihan Kepemimpinan Pemuda di Era Digital Tahun 2026 yang diselenggarakan bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor.

Kegiatan yang mengusung tema “Pemuda Membangun, Pemuda yang Berdampak Melalui Media Sosial” tersebut berlangsung pada 7–10 September 2026 di Rizen Premiere Hotel, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas dan kepemimpinan pemuda agar mampu menghadapi perkembangan teknologi sekaligus memanfaatkan media sosial secara positif, kreatif, dan bertanggung jawab.

Pemuda Tidak Sekadar Mengejar Viral
Dalam materi pelatihan, peserta didorong untuk tidak menjadikan media sosial hanya sebagai sarana hiburan maupun tempat mengejar jumlah like, komentar, dan tayangan.
Media sosial dinilai dapat dimanfaatkan sebagai sarana komunikasi publik, membangun kepedulian, sekaligus menggerakkan masyarakat untuk menyelesaikan berbagai persoalan di lingkungan sekitar.
Pemateri Bery menyampaikan bahwa keberhasilan sebuah konten tidak semata-mata ditentukan oleh banyaknya orang yang melihatnya.
Lebih dari itu, konten dinilai memiliki dampak apabila mampu mendorong perubahan, baik dalam pengetahuan, sikap, perilaku maupun kondisi masyarakat.
“Kalau tidak ada perubahan, konten hanya menjadi tontonan tanpa makna,” menjadi salah satu pesan yang disampaikan dalam pelatihan.
Empat Tahapan Pemimpin Digital
Dalam pelatihan tersebut, pemuda juga diperkenalkan pada empat tahapan yang penting dalam membangun kepemimpinan di era digital, yakni mendengar, memaknai, menggerakkan, dan melaporkan.
Mendengar berarti memahami persoalan yang dihadapi masyarakat. Selanjutnya, persoalan tersebut dimaknai berdasarkan fakta dan kondisi yang sebenarnya.
Tahap berikutnya adalah menggerakkan masyarakat untuk ikut terlibat dalam penyelesaian masalah, kemudian melaporkan proses dan hasil dari tindakan yang telah dilakukan.
Dengan pendekatan tersebut, pemimpin digital diharapkan tidak hanya mampu menyampaikan gagasan, tetapi juga dapat mengubah aspirasi masyarakat menjadi aksi bersama.
Mengenal Konsep DAMPAK
Peserta juga mendapatkan materi mengenai kerangka DAMPAK sebagai salah satu pendekatan dalam membangun komunikasi digital yang memiliki tujuan dan manfaat.
D — Definisikan masalah nyata
A — Audiens yang spesifik
M — Makna dan bukti
P — Platform yang sesuai
A — Ajak satu tindakan konkret
K — Kaji dampak dan lakukan perbaikan
Kerangka tersebut menekankan bahwa pembuatan konten tidak berhenti pada upaya mendapatkan perhatian publik, tetapi harus memiliki tujuan yang jelas serta diarahkan pada perubahan yang dapat dirasakan.
Berbagai persoalan di lingkungan sekitar dapat menjadi bahan untuk membangun gerakan positif melalui media sosial, antara lain persoalan sampah, pendidikan, pengembangan UMKM, hingga pencegahan penyebaran hoaks.
Dari Membuat Konten Menjadi Menciptakan Dampak
Peserta pelatihan didorong untuk mengubah pola pikir dalam memanfaatkan media sosial.
Bukan hanya bertanya, “Konten apa yang akan dibuat?”, tetapi terlebih dahulu menentukan “Perubahan apa yang dibutuhkan masyarakat?”
Pola pikir tersebut diharapkan dapat membuat media sosial tidak sekadar menjadi ruang untuk menyampaikan pendapat, tetapi juga menjadi sarana membangun kepedulian, kolaborasi, dan aksi nyata.
Keikutsertaan kepemudaan LASQI Kabupaten Bogor dalam kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan wawasan dan kapasitas generasi muda dalam menghadapi tantangan era digital.
Melalui pelatihan tersebut, pemuda diharapkan semakin adaptif, kreatif, kritis, serta bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi dan media sosial.
Pemuda tidak cukup hanya menjadi pengguna media sosial. Pemuda perlu menjadi penggerak perubahan yang mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
INDONESIA NEWS CHANEL
Berita Indonesia, Mengabarkan Fakta dan Peristiwa.







